Pajak Online Diterapkan, PAD Kota Kendari Meningkat 117 Persen

466
 

Kendari, Inilahsultra.com – Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai penerapan perekam pajak atau Tapping Box di Kota Kendari mengalami peningkatan.

Koordinator dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK Wilayah (Korwil) VIII Sulawesi Adlinsyah Malik Nasution menjelaskan, penerapan perekam pajak mulai dari pajak restoran, parkir, hotel, rumah makan sudah terpasang sampai akhir 2019 ini sudah mencapai 367 alat perekam pajak.

- Advertisement -

“Kalau saya jejer tahun sebelumnya misalnya bulan November berapa hasilnya. Kita bandingkan dengan yang sekarang November ada kenaikan rata-rata satu sepersekian persen,” jelas Adlinsyah Malik Nasution pada saat menghadiri rapat tentang dukungan optimalisasi pajak daerah di kantor DPRD Kota Kendari, Kamis 12 Desember 2019.

Pria biasa disapa Coki ini berharap,
dengan alat sudah dipasang akan memberikan gambaran yang sebenarnya berapa penjualan kepada perusahaan wajib pajak.

“Kita sudah berbuat sesuatu kepada Pemkot Kendari meningkatkan pajak asli daerah (PAD) hampir 117 persen dalam dua bulan ini. Kalau mau bicara masalah data sudahlah, pokoknya dua bulan berjalan kenaikannya dari penerimaan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Pajak di Kota Kendari, lanjutnya, telah meningkat 100 persen dan berharap pada tahun 2020 mendatang bisa lebih besar lagi. Pasalnya, kata dia, di Kota Kendari ada empat potensi pajak yang belum dilirik yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak reklame dan air bawah tanah.

“Kita mau optimalkan PBB, BPHTB, pajak reklame dan pajak air bawa tanah. Ini harus kita pelajari karena potensinya pajaknya besar, yang dimanfaatkan oleh para perusahaan,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menjelaskan, pemasangan alat ini bertujuan untuk meningkatkan PAD untuk membangun daerah yang akan berdampak langsung kepada masyarakat.

“Saya kira sangat akurat dan tidak ada lagi yang tergiur baik dari pemerintah maupun pengusahanya untuk tidak ada lagi pajak-pajak yang masuk dalam kantong-kantong oknum,” jelasnya.

Untuk itu, Sulkarnain berharap, penerapan alat perekam pajak ini semua elemen dapat mengawasi pembayaran dengan baik dan akurat mulai pemerintah, DPRD dan masyarakat.

“Saya harap kita semua bisa kontrol bersama baik dari pemerintah, KPK, DPRD dan masyarakat. Kita juga bisa membuka dasboard dan bisa melihat langsung retribusi pajak dan tidak bisa ada yang memanipulasi lagi hasilnya,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...