Isak Tangis Keluarga Warnai Sidang Kasus Pembunuhan Presenter TVRI Sultra

4235
Terdakwa pembunuhan Presenter TVRI Sultra saat menjalani sidang di PN Kendari. (Ist)

Kendari, Inilahsultra.com – Sidang kedua kasus pembunuhan presenter TVRI Sultra, Abu Saila alias Aditya (55), kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Rabu 18 Desember 2019. Sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi.

Sidang tersebut menghadirkan dua saksi yakni adik korban berinsial AY dan seorang penjaga warung berinsial EM. Proses sidang itu diwarnai isak tangis keluarga korban, saat majelis hakim menanyakan kepada AY perihal kronologis pembunuhan yang dilakukan Achfi Suhasim (29) terhadap Aditya.

- Advertisement -

“Saya tidak terima dengan pembunuhan keji yang dilakukan oleh pelaku. Saya tahu kakak saya orang baik, mengapa tersangka tega melakukan pembunuhan itu. Ditambah fitnah yang beredar membuat istri dan anak kakak saya terpukul,” terang AY saat ditemui usai sidang.

AY berharap pengadilan memberikan hukuman yang seadil-adilnya, karena nyawa kakaknya tidak bisa dikembalikan lagi.

Senada dengan itu, keterangan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Romadu Novelino, SH mengatakan, persidangan akan dipercepat. Hari ini dua saksi yang dihadirkan dan saling berkaitan. Sidang lanjutan akan menghadirkan 10 saksi.

“Adapun keterangan saksi penjaga warung, berinisial EM membenarkan tersangka membeli dua minuman mineral digunakan untuk mencuci tangan dan badan setelah melakukan perbuatannya,” terangnya.

Dari keterangan EM, tersangka membeli dua botol air mineral untuk membersihkan tangan dan badan di warungnya yang terletak di Jalan P Diponegoro, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat.

“Setelah itu, pelaku memesan hansaplas untuk menutup luka di tangannya, katanya lukanya akibat kecelakaan. Lalu tersangka memesan taksi online,” tuturnya.

Sementara itu, pengacara tersangka, Afiruddin Mathara SH mengaku, saksi tidak melihat langsung kejadiannya. Paling tidak, saksi hanya memberikan petunjuk, ke depannya apakah akan ada saksi yang meringankan hukuman atau tidak.

“Kita masih melihat fakta ke depan seperti apa,” pungkasnya.

Untuk diketahui, JPU mendakwa Achfi Suhasim pasal 340 subsider pasal 338 dan lebih subsider pasal 351 KUHP dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau dalam jangka waktu yang ditentukan.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...