Rusman Emba : Listrik di Muna Sudah 24 Jam dan Air di Watopute Mengalir Tahun Depan

LM Rusman Emba saat menyampaikan sosialisasi dan pemaparan visi misi di DPW PKB Sultra. (Pandi)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Bupati Muna LM Rusman Emba mengaku selama kepemimpinannya di Bumi Sowite, listrik di Muna sudah menyala 24 jam.

-Advertisements-

Selain itu, air yang selama ini dikeluhkan di Kecamatan Watopute sudah akan mengalir tahun depan.

Hal ini diungkapkan LM Rusman Emba saat menyampaikan sosialisasi dan pemaparan visi misi yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sultra, Sabtu 21 Desember 2019 di Plaza Inn Hotel Kendari.

Dalam pemaparannya, Rusman mengaku rumah sakit yang dibangun Dokter Baharuddin semasa menjabat Bupati Muna sudah dituntaskan olehnya.

“Saya akui rumah sakit dibangun oleh pak Dokter. Hanya masalahnya, ketika dibangun sudah ditinggalkan,” katanya.

Total, anggaran pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Muna menelan biaya Rp 170 miliar.

Selain menyinggung soal rumah sakit, Rusman juga mengklaim telah berhasil menuntaskan masalah jaringan listrik di Muna yang selama ini dikeluhkan warga.

“Listrik sudah cukup, tahun kemarin menyala hanya 12 jam hari ini sudah 1×24 jam. Ini berkat komunikasi yang baik dengan PLN pusat,” jelasnya.

Selain itu, Rusman juga mengungkap masalah air bersih di Kecamatan Watopute dan Kontunaga.

Persoalan sarana air bersih ini, kata dia, menjadi keluhan masyarakat di wilayah itu.

Ia menyebut, saat ini proyek pengadaan air bersih di wilayah itu sudah ditender dan sudah ada pemenangnya. Total anggarannya Rp 27 miliar.

“Tinggal dibuat pam dan dialirkan menuju rumah masyarakat,” katanya.

Harusnya, kata dia, program ini sudah terealisasi sebelumnya hanya terkendala pinjaman yang tidak disetujui Kemendagri.

“Kami sebetulnya sudah anggarkan di APBD dan kita usulkan di pinjaman pada 2019. Hanya saja, ada sedikit masalah dan tidak disetujui Kemendagri,” katanya sambil menyinggung Syarifuddin Udu yang juga bakal calon Bupati Muna.

Tak hanya Syarifuddin Udu disinggung Rusman. Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada disindirnya soal perpindahan pegawai.

Saat ini, kata Rusman, APBD Muna sebesar Rp 1,2 triliun dan separuh lebihnya digunakan untuk membiayai 6 ribu lebih pegawai.

Harusnya, kata dia, PNS di Muna bisa berkurang seiring pemekaran Muna Barat pada 2014 lalu. Saat itu, Pemkab Muna mengusulkan 3 ribu PNS untuk dipindahkan di Mubar.

“Namun, hanya 1.300 yang diterima Pemkab Mubar. Jika dihitung, 4 juta kali 12 dikali jumlah PNS yang tidak diterima di Mubar, maka sudah Rp 90 miliar juga,” imbuhnya sambil disambut teriakan pendukungnya.

Penulis : Pandi

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...