Tiga Balon Bupati Konut Dikritik Soal Mitigasi Bencana

Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Tiga bakal calon (balon) Bupati Konawe Utara menyampaikan sosialisasi dan pemaparan visi misinya di DPW PKB Sultra, Sabtu 21 Desember 2019.

Bakal calon Kabupaten Konawe Utara masuk pada sesi dua yakni, Raup, Sudiro dan Kahar.

Ketiganya dipanel oleh Dr Eng Jamhir Safani (Akademisi), Sarjono (Ketua PWI Sultra), La Ira (Pegiat Desa), H. Abbas, SE (Wakil Bupati Kolaka Utara) dan Muh Irfani Thalib (Aleg PKB Provinsi Sultra).

Namun, usai menyampaikan visi misinya, ketiganya mendapat kritik dari panelis. Salah satunya anggota DPRD Sultra dari PKB Irfani Thalib.

Ia menyebut, dalam visi misi ketiga balon ini tidak menyinggung soal banjir bandang yang pernah melanda Konawe Utara. Harusnya, kata Irfani, masalah bencana ini menjadi prioritas untuk dituangkan balon dalam visi misinya

“Juli kemarin Konut dilanda banjir besar dan jadi perhatian nasional. Harusnya di visi misi ini dijelaskan seperti apa penanggulangan banjir di Konut,” katanya.

Selain banjir, ia juga menyarankan soal penataan pertambangan dan perkebunan di daerah Konawe Utara yang menjamur.

“Kebetulan saya di DPRD Sultra sering terima aspirasi soal tambang di Konut ini,” bebernya.

Selain Irfani, kritikan juga datang dari akademisi Jamhir Safani. Peneliti bencana di Sultra ini menyebut, salah satu yang harus dikuasai calon kepala daerah khususnya di Konut mengenai mitigasi bencana.

Sebab, di Konut bukan hanya fenomena banjir yang selalu mengancam melainkan juga gempa bumi.

“Harusnya isunya 1 persen APBD masukan untuk mitigasi bencana,” bebernya.

Ia menyebut, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018, masalah penanggulangan bencana merupakan hal yang wajib dianggarkan pemerintah daerah.

Terhadap kritikan panelis ini, ketiganya sepakat dan akan memasukkan mitigasi bencana sebagai prioritas.

Baik Raup yang juga Wakil Bupati Konut maupun Sudiro dan Kahar memiliki pandangan yang sama ke depannya agar pertambangan dan perkebunan harus ditata ulang.

Sebab, kedua sumber daya ini dianggap sebagai akar masalah terjadinya banjir bandang di Kabupaten Konawe Utara.

Penulis : Pandi

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...