Efek Pilkades, Oknum Kades di Mubar Ambil Kembali Bantuan Mesin untuk Nelayan

Nelayan Desa Tiga Pulau Mandike Kecamatan Tiworo Utara Mubar, Abas saat mengecek mesin kapalnya yang ditarik oleh kepala desa. (Muh Nur Alim)
Bacakan

Laworo, Inilahsultra.com – Diduga akibat berbeda pilihan pada pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, Kepala Desa Tiga Kecamatan Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat, Ating, mengambil kembali bantuan kepada masyarakat.

-Advertisements-

Bantuan yang ditarik kembali oleh sang kades adalah mesin 10 PK yang pernah diberikan kepada nelayan.

-Advertisements-

Ating diketahui masih menjabat sebagai kepala desa defenitif di Desa Tiga Kecamatan Tiworo Utara.

-Advertisements-

Salah satu nelayan, Abas, mengatakan, satu hari setelah Pilkades, mesin 10 Pk yang merupakan bantuan diberikan Ating diambil kembali karena soal dukungan

“Saya tidak tahu. Saya dari melaut itu hari, Satu hari setelah pencoblosan itu mesin bantuan dari desa langsung ditarik. Sebelumnya saya mau dikasikan bantuan bedah rumah tapi saya pilih mesin saja,” kata Abas saat ditemui langsung di kediamannya. Selasa, 24 Desember 2019.

Abas menduga, hilangnya mesin itu ada kaitannya dengan pemilihan kepala desa. Pasalnya pihaknya menyebut pada Pilkades ia tidak mendukung cakades terpilih dalam hal ini Ating

Di tempat yang sama, Kepala RT, Muliadi juga membenarkan pernyataan Abas. Kata dia, bukan hanya mesin kapal yang diambilnya, tetapi beberapa bantuan dari dana desa untuk masyarakat yang tidak berpihak sama Ating juga diambil kembali dan dialihkan ke orang lain.

Salah satunya dia sendiri. Seharusnya ia mendapatkan mesin generator malah ditarik oleh Ating.

Mantan Kepala RT yang mengundurkan diri di Desa Tiga Pulau Mandike, Kecamatan Tiworo Utara, Muliadi. (Muh Nur Alim)

“Jadi bukan cuman mesin kapal dan generator, beberapa bantuan lainya untuk masyarakat yang di tariknya kembali melalui orang orang suruhanya salah satunya juga seng, dan masih banyak kejanggalan lainya penggunaan dana desa yang tidak nampak,” katanya

Kata dia, penggunaan anggaran dana desa sangat tidak transparan kepada masyarakat. Selama ia menjabat masyarakat yang tidak berpihak sama dia tidak peranah dikasi bantuan,” tuturnya.

Selama ini, kata dia, tak ada papan informasi terkait penggunaan dana desa. Sehingga masyarakat kesulitan untuk mengetahui berapa besar anggaranya dan bantuan apa untuk masyarakat.

“Ia. Semua itu bantuan dari DD 2019 ini.  Jadi Selama ini begitu – begitu saja. Jadi kalau ada bantuan kita terima saja. Kita juga tidak pernah rapat. Seperti bantuan bedah rumah 50 unit yang ada. Masa cuman dikasikan papan, ada juga cuman dijadikan seng. Padahal 1 rumah itu anggarannya 15 juta,” keluh Muliadi.

Keluhan ini, kata dia, pernah di adukan di pihak Polsek terdekat dan camat Tiworo Utara, tetapi pihak kepolisian dan camat tidak menggubris. Sehingga ia pun menyatakan diri mundur dari jabatannya dan tidak mau lagi jadi kepala RT.

“Kita pernah mengadu juga di kepolisian (Polsek Tiworo Tengah)  dan camat tapi tidak diperhatiakan. Kita ini mau mengadu lagi sama siapa.mungkin hanya kita tidak punya sekolah. Mudah-mudahan pemerintah Mubar bisa mendengar keluhan kita ini. Saya juga sudah mengundurkan diri sebagai kepala RT,” terangnya.

Ia menyebut, warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah adalah warga yang rumahnya layak huni. Harusnya, kata dia, yang diprioritaskan adalah rumah warga yang betul – betul layak untuk dibantu.

“Yang saya tahu bantuan dari dana desa bukan uang pribadinya. Ada juga dikasi bantuan bedah rumah itu  malah bahanya dijual. Mau membangun bagaimana nah rumahnya sudah bagus,” tuturnya.

Beberapa warga lainnya yang kelihatan tidak mampu juga mengeluhkan belum adanya bantuan desa untuknya.

“Kita ini kasian sudah 10 tahun tidak pernah disentuh dan dikasi bantuan sama pemerintah desa. Hanya persoalan suamiku tidak dukung dia (Ating). Malah yang dapat bantuan orang-orangnya pak desa kadang sudah empat kali dapat. Kita mau mengeluh lagi sama siapa kita ini kasian,” keluh ibu yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Desa Tiga, Ating belum memberikan komentar. Saat disambangi di kantornya ia tidak muncul. Jurnalis juga berusaha mengkonfirmasi ke rumahnya, namun ia tidak berada di tempat.

Penulis : Muh Nur Alim

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
-Advertisements-
loading...