Whistleblower Harapan dalam Mengungkap Korupsi

198
 

Korupsi, hal ini tidak asing lagi di telinga kita. Tindakan tersebut hampir tejadi disetiap wilayah yang ada di Indonesia, baik dari kasus yang kecil hingga kasus yang kompleks. Tindakan ini dapat diungkap atau diberantas lebih awal dengan adanya keberanian dari seorang whistleblower sebagaiĀ  peniup peluit. Whistleblower itu sendiriĀ  merupakanĀ  istilah bagi seseorang atau pihak yang merupakan karyawan, mantan karyawan , pekerja atau anggota dari suatu organisasi atau institusi yang melaporkan suatu tindakan yang melanggar ketentuan atau norma kepada pihak yang berwenang.

Istilah whistleblower di Indonesia, baru mulai populerĀ  di kalangan publik ketika munculnya seorang Perwira TinggiĀ  Porli yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal (BARESKRIM) bernama komisaris Jenderal Susno Duadji yang mengungkapkan mafia pajak di instansinya. Kasus tersebut melibatkan seorang pegawai Direktorat Jenderal Pajak bernama Gayus Tambunan terkait dengan kasus pencucian uang dan korupsi.

Dimata orang banyak, whistleblower ini dipandang berbeda-beda. Sebagian orang memandang whistleblower sebagai pengkhianat yang melanggar norma loyalitas organisasi. Namun banyak pula yang memandang whistleblower sebagai pahlawan terhadap nilai-nilaiĀ  yang dianggap lebih penting dibanding norma loyalitas organisasi tersebut.

Tentu saja whistleblower dianggap sebagai pahlwan atau pelindung heroik karena ia berani menggungkap tindakan tercela seperti korupsi, fraud dan hal-hal yang melanggar norma.Ā  Tindakannya ini tidak lain dilakukan untuk melindungi hak-hak orang banyak. jika whistleblower dianggap sebagai pengkhianat tentu itu anggapan yang salah, karena informasi yang diungkapkan oleh pelapor bukanlah kerahasiaan melainkan tindakan tercela yang terjadi di organisasi tersebut.

Sebagai pelindung heroik whistleblower merupakan harapan bagi pemerintah dalam membantu KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) mengungkap tindakan korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, si pengungkap aib ini memiliki peran penting sebagai upaya untuk mengungkap kecurangan atau korupsi lebih awal.

Walaupun whistleblower memiliki peran penting dalam membantu KPK mengungkap tindakan korupsi, masih banyak calon whistleblower yang takut untuk meniup peluit tersebut. mereka takut akan adanya pembalasanĀ  baik fisik ataupun spikis dari perbuatan yang mereka lakukan. Namun pihak dari KPK sendiri akan melindungi para whistleblower dengan merahasiakan identitas dari whistleblower itu sendiri. Tidak hanya itu juga terdapat peraturan perundangan yang menangani perlindungan pelapor (whistleblower).

Oleh karena itu kita sebagai warga negara indonesia yang tahu akan kegiatan yang melanggar norma baik itu korupsi, fraud, kerusakan lingkungan, dan lain sebagainya, beranilah untuk mengungkap tindakan tersebut dan menjadi seorang wistleblower. Pihak berwenang akan melindungi whistleblower dengan menjaga identitasnya, sehingga whistlebower menjadi harapan untuk membantu KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) dalam mengungkap dan memberantas korupsi.

Tiara Insani Arsyad

Mahasiswa Akuntansi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...