Kotor dan Debit Berkurang, Sulkarnain Akui PDAM Kota Kendari Lagi ‘Sakit Kritis’

1295
 

Kendari, Inilahsultra.com – Masalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari yang sering dikeluhkan masyarakat terkait pelayanan air bersih turut diakui Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir.

Ia mengaku, masalah PDAM merupakan masalah yang berlarut-larut di Kota Kendari, dan sampai saat ini yang kerap dikeluhkan oleh warga yaitu terkait penyaluran air yang berkurang serta air PDAM sangat kotor.

- Advertisement -

“Jujur saya menyampaikan ini, bahwa PDAM kita sekarang lagi sakit, berdasarkan audit dari BPKP menunjukan sakit parah. Bahkan di kategorikan PDAM kita bukan lagi sakit tapi masuk dalam ICU atau kritis,” ungkap Sulkarnain dalam acara coffee morning bersama media di Kali Mandonga, Selasa 31 Desember 2019.

Masalah tersebut, kata Sulkarnain, dibuktikan dengan kesediaan PDAM hanya bisa mengakomodir pasokan air di bawah 20 ribu satuan layanan, yang turun dari yang pernah dicapai yaitu 40 ribu.

Selain itu, lanjut Sulkarnain, masalah lain terjadi kebocoran pipa di angka 52 persen yang artinya dari total air yang diproduksi, 52 persennya tidak sampai ke masyarakat baik itu bocor secara teknis ataupun secara manajemen.

“Kita sudah merumuskan dengan menemukan solusinya, tahun 2020 saya mohon doa dari masyarakat melalui upaya dan kerja keras kita, InsyaAllah di tahun kita akan mulai action untuk membenahi PDAM agar tidak terjadi lagi masalah yang kerap dikeluhkan oleh warga,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Kendari ini mengatakan, solusi yang akan digunakan untuk menangani kendala di PDAM tersebut dengan memulai ground breaking pemindahan intake PDAM dari Pohara ke Tabanggele yang memiliki kapasitas hingga kurang lebih 900 liter/detik.

Menurutnya, jika sudah berproduksi akan dapat mencakup 80 persen warga Kota Kendari dan akan bisa melayani sekitar 70 sampai 75 ribu satuan sambungan.

“InsyaAllah PDAM akan kita sehatkan dengan butuh waktu ya, tahun 2020 baru kita mulai pembenahan dan InsyaAllah akan bisa dinikmati masyarakat di 2021, memang masih butuh kesabaran” ungkapnya.

Dengan kondisi PDAM sakit, Sulkarnain berjanji, Pemkot Kendari berkomitmen untuk tidak tinggal diam dalam mengatasi penyakit di PDAM tersebut.

“Kita akan terus berupaya menyehatkan PDAM dengan berbagai solusi yang akan di implementasikan dengan mengandeng pihak ketiga untuk mengatasinya, dan alhamdulilah kita sudah dapatkan,” ujarnya

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...