CSR Dalam Perspektif Metafora Amanah

467
Nurhikma
Bacakan

Saat ini, kita ketahui bahwa perusahaan dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya memiliki dampak terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Salah satunya, termasuk perusahaan atau usaha bisnis yang bergerak di bidang industri. Perusahaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada laba (profit) atau pada single bottom, tetapi harus berorientasi pada triple bottom lines yang terdiri dari profit, people, dan planet. Dengan demikian, perusahaan yang berpijak pada triple bottom lines akan berdampak pada sustainable development atau keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan memiliki kesadaran mengenai tanggung jawabnya kepada masyarakat dan lingkungan di sekitar perusahaan tersebut. Tanggung jawab oleh perusahaan sebagai bentuk kepedulian lingkungan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

-Advertisements-

Bentuk tanggung jawab yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu Corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan. CSR adalah suatu konsep yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap sosial atau lingkungan sekitar di mana perusahaan itu berada. CSR telah dijadikan sebagai salah satu strategi oleh perusahaan untuk meningkatkan citra perusahaan yang akan memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Oleh karena itu, agar pelaksanaan CSR dapat berjalan dengan baik, perusahaan harus memberdayakan masyarakat dalam program pengembangan pasar dan pembentukan citra kepada masyarakat.

Pelaksanaan CSR menciptakan penghematan sehingga dapat meningkatkan laba yang menjadi salah satu ukuran kinerja keuangan. Program CSR yang dilaksanakan secara berkelanjutan (sustainable) memiliki dampak positif dan manfaat yang lebih besar, baik kepada perusahaan maupun para stakeholders yang terkait. Oleh karena itu, perusahaan diwajibkan memiliki kesadaran akan pentingnya menerapkan program CSR sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Dalam hal ini, perspektif metafora amanah dalam pengelolaan perusahaan atau usaha bisnis menjadi sangat penting. Metafora amanah terdiri dari tiga bagian penting yaitu pemberi amanah, penerima amanah dan amanah itu sendiri. Pemberi amanah adalah Allah SWT sang pencipta alam semesta yang menciptakan manusia sebagai wakilnya di bumi (Khalifatullah fil Ardh) yang menerima amanah dari Allah SWT. Seseorang yang disebut sebagai khalifah yang akan menjalankan suatu amanah atau titipan sehingga harus dilaksanakan sesuai dengan keinginan sang pencipta.

Perspektif metafora amanah ini bersifat tunggal dan universal, sehingga penerima amanah akan memiliki kesadaran untuk melaksanakan amanah yang diberikan, yaitu mengelola bumi secara bertanggung jawab dan tidak merugikan pihak lain. Adanya metafora amanah ini diharapkan agar perusahaan dikelola dengan baik, amanah dalam menyebarkan kebaikan, kesejahteraan atau kemudahan bagi seluruh alam. Maka dari itu, metafora amanah dalam pelaksanaan CSR agar perusahaan tidak hanya memiliki bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan stakeholders, tetapi juga kepada menjaga kelestarian alam. Oleh karena itu, penerima amanah yang melaksanakan amanah yang diberikan harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemberi amanah.

Dalam hal ini, Allah SWT menghendaki bahwa suatu perusahaan atau usaha bisnis yang dikelola oleh manusia harus dilakukan dengan cara-cara yang benar dan adil sehingga terciptanya keseimbangan di antara semua pihak. Manusia sebagai penerima amanah diharapkan memiliki kesadaran dalam dirinya sendiri untuk dapat melaksanakan amanah yang diberikan. Sifat yang harus dimiliki oleh manusia yaitu tunduk dan pasrah kepada Allah SWT, melaksanakan sesuatu yang benar dan meninggalkan sesuatu yang telah dilarang. Dengan demikian, pengelolaan perusahaan akan dapat terlaksana dengan baik oleh manusia karena adanya kesadaran dan keikhlasan yang dimiliki.

Nurhikma
Mahasiswa Akuntansi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...