Warga Sultra Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 12 Januari 2020

5651
(ilistrasi) : kobarpapua

Kendari, Inilahsultra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca ekstrem melanda Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara hingga 12 Januari 2020 mendatang.

Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan.

- Advertisement -

Hal ini disebabkan berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola Tekanan Rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) mengindikasikan terjadinya peningkatan aktivitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia, meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan.

Sehingga, meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator. Sementara itu berdasarkan model prediksi, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan ke depan.

“Kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo dalam rilisnya, Minggu 5 Januari 2020.

Berdasarkan kondisi tersebut, lanjut dia, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah.

Di Sultra, akan terjadi mulai 5 Januari sampai 8 Januari 2020. Kemudian, akan berlanjut pada periode 9 Januari sampai 12 Januari 2020.

Sementara itu, potensi ketinggian gelombang laut di wilayah Indonesia hingga mencapai lebih dari 2.5 meter dapat terjadi di beberapa wilayah perairan untuk sepekan ke depan diantaranya, Laut Natuna Utara, Laut Jawa Bagian Timur, Perairan Utara Kepulauan Anambas – Kepulauan Natuna, Perairan Selatan Jawa Barat Hingga Sumba, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas Bag.Selatan, Perairan P. Sawu – Rote, Samudra Hindia Selatan Jawa Hingga NTT, Laut Banda, Perairan Kep. Kai – Aru, Laut Sulawesi Bagian Timur, Perairan Kep.Sangihe – Kep.Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Halmahera Bagian Utara, Perairan P.Morotai, Perairan Timur P.Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat Hingga Papua dan Samudra Pasifik Utara Halmahera Hingga Papua.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. Selain itu, kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada,” pungkasnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
loading...