Kantor Dirusak, Kuasa Hukum PT Masempodalle Lapor Polisi

1015
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kuasa Hukum PT Masempodalle, Abdul Rahman melaporkan tindakan pengrusakan dan pengancaman oleh sejumlah kelompok pemuda di kantor kliennya, Jumat (3/1/2020) sore.

Saat itu, puluhan orang pemuda tiba-tiba datang dan merusak sejumlah fasilitas dalam kantor yang berlokasi Jalan Campaka, Kelurahan Wua-wua, Kecamatan Kadia sekitar pukul 15.20 Wita.

- Advertisement -

Beruntung, ada CCTV dan saksi mata di sekitar lokasi, sejumlah pelaku berhasil diidentifikasi. Dalam rekaman video, para pelaku terlihat mengamuk, sempat masuk hingga ke dalam pagar dan merusak gedung kantor.

Kejadiannya, bermula saat demonstrasi yang digelar Kamis (2/1/2020), puluhan mahasiswa berdemonstrasi mengusut dugaan kejahatan lingkungan diduga dilakukan PT Askon dan MLP di Wilayah Konawe Utara. Setelah aksi, seorang peserta mendapat tindakan kekerasan dari orang tak dikenal yang tiba-tiba datang, hingga mengalami luka di kepalanya.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Setelah itu, Muhammad Iksan bersama sejumlah rekannya, turun kembali berdemonstrasi di depan Polda Sulawesi Tenggara.

Sebelum ke Polda, kelompok pemuda tersebut sempat menuju ke Kantor PT Masempodalle dan merusak fasilitas di sana. Bahkan, sejumlah massa sempat menyebabkan karyawan kantor shock dan trauma karena merasa terancam saat sejumlah preman membawa senjata tajam dan melempari kantor.

Abdul Rahman menyesalkan aksi mahasiswa yang tidak tepat jika harus merusak kantornya. Sebab, awal demonstrasi dipicu ketidakpuasan mahasiswa terhadap PT Askon dan MLP di Konawe Utara.

“Kenapa mereka kemudian ke PT Masempodalle? Ini masih menjadi pertanyaan kami,” ujarnya.

Terkait penganiayaan terhadap peserta demonstrasi, pihaknya juga masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Dia juga membantah tudingan terkait penganiayaan mahasiswa, dilakukan preman suruhan perusahaan tersebut.

“Soal itu, kami juga meminta kepada polisi agar pelakunya cepat ditangkap, namun yang jelasnya aksi itu bukan berasal dari karyawan PT Masempodalle,” ujar Abdul Rahman.

Dia menyatakan, laporan sudah masuk di Polda Sultra. Terkait bukti-bukti lainnya yang diperlukan penyidik dan jumlah kerugian, akan dimasukkan setelah dengan pengelola kantor.

Penulis : Akbar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...