Eksekusi Lahan Eks PGSD, Warga Mulai Mengadang Satpol PP

712
 

Kendari, Inilahsultra.com – Ratusan warga terlihat di lahan eks PGSD untuk mempertahankan tanahnya yang akan dieksekusi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa 7 Januari 2020.

Pemprov Sultra telah mengintruksikan warga yang mendiami lahan seluas 4 hektare tersebut untuk membongkar bangunannya sendiri.

- Advertisement -

Pemprov Sultra sebelumnya telah menempuh jalan persuasif agar warga yang tinggal dikawasan lahan eks PGSD untuk meninggalkan dengan sendirinya, setelah keluarnya putusan Mahkama Agung (MA) Nomor 3018 K/Pdt/2017 lalu.

Pantauan Inilahsultra.com, ratusan warga yang berdiri di depan bangunan di lahan eks PGSD melakukan orasi singkat sekaligus bersiap untuk menghadang Satpol PP dalam melakukan eksekusi lahan.

“Saya menyapa dulu Satpol PP yang akan melakukan eksekusi lahan yang diklaim oleh milik Pemprov Sultra, sekaligus saya menyapa pihak kepolisian dan TNI dengan gagah perkasa akan mengawal proses eksekusi lahan ini,” ujar Jabar dalam orasinya.

Lanjut Jabar mengatakan, lahan yang ditinggali oleh warga ini merupakan ahli waris dari orang tua mereka sejak dulu, tetapi dalam perjalanan Pemprov Sultra telah mengklaimnya.

“Kami didesak untuk meninggalkan lahan sendiri yang dimiliki oleh orang tua kami sejak dulu. Pertanyaannya kami saat ini sejak kapan pemerintah punya lahan,” jelasnya.

Lanjut Rajab, Pemprov Sultra seharusnya bisa mengkaji persoalan ini dengan mempertimbangkan sumber kehidupan masyarakat yang mengantungkan hidupnya di lahan eks PGSD ini.

“Kasihan kami hanya meraup sesuai nasi di daerah kita sendiri, tapi Pemprov Sultra melalui Gubernur Sultra Ali Mazi mengintruksikan untuk mengosongkan lahan tersebut,” ujarnya.

Dengan kebijakan Gubernur Sultra, kata Jabar, Pemprov Sultra sebelum memutuskan untuk mengeksekusi lahan milik warga harus dapat mempertimbangkan dampak antara pemerintah dan warga jangan sampai ada konflik.

“Kalau Satpol PP memaksa untuk warga mengosongkan lahan dengan membongkar bangunan. Maka kami rela mati kawan-kawan dalam mempertahankan tanah milik kami,” jelasnya.

Terlihat Satpol PP sementara tengah merapikan personil dan mengecek kesiapan dengan peralatan pentungan di depan karaoke Syahrini sebelum turun langsung ke lokasi lahan eks PGSD untuk melakukan eksekusi lahan tersebut.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...