Pejabat Pemprov Sultra Bicara Pengembangan Pariwisata dalam Ngobrol Kinerja

Pejabat Pemprov Sultra dalam kegiatan ngobrol kinerja. (Haerun)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan kegiatan ngobrol kinerja (Ngoki), Senin 6 Januari 2020.

Kegiatan ngobrol kinerja dihadiri oleh
Pj Sekda Sultra La Ode Ahmad Pidana dan seluruh Kepala Organisai Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sultra, di Kantor Dinas Perhubungan Sultra.

Kepala Dinas Perhubungan Sultra Hado Hasina menjelaskan, pendapatan asli daerah (PAD) Dinas Perhubungan untuk tahun 2019 mencapai Rp 12 miliar, yang bersumber dari 14 terminal dan 18 pelabuhan penyeberangan di 17 kabupaten kota.

“Namun hingga saat ini sama sekali belum tersentuh untuk anggaran pemeliharaan terminal maupun pelabuhan-pelabuhan yang ada di Sultra,” jelasnya.

Adapun mengenai pembangunan jalur
Pantai Toronipa dan Pulau Bokori, lanjut Hado, pembangunan yang merupakan kawasan strategis terpadu
pariwisata Provinsi Sultra yang siap menuju pariwisata untuk masuk di skala nasional.

“Untuk memudahkan akses menuju tempat-tempat wisata, Pemprov Sultra
akan melaksanakan pembangunan pelabuhan penyeberangan dari Soropia ke Pulau Labengki,” jelasnya.

Sementara itu, Pj Sekda Sultra Laode Ahmad Pidana mengatakan, melalui promosi secara terpadu, interkoneksi pembangunan berbagai kawasan seperti di kawasan agro industri, kawasan pariwisata, kawasan kuliner, dan industri rumah tangga dapat berjalan dengan baik.

“Jangan lupa kita membuat isu internasional kawasan pariwisata melalui Dewan Kawasan Nasional Jakarta. Ayo, kita Geliat Pariwisata!” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Panca menjelaskan, jalan pariwisata Toronipa yang baru dibangun kurang lebih 3 kilometer tahap pertama telah memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Sultra untuk berwisata menuju Pantai Toronipa dan Pulau Bokori.

“Bagaimana kalau sudah rampung sepanjang 14 kilometer,” tandasnya sembari mengeluarkan jargon Sultra untuk pariwisata dan pariwisata untuk Sultra.

Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Tasman Taewa mengatakan, pengembangan pariwisata sebaiknya diawali dari desa mengingat Sultra memiliki 1.919 desa dan keberadaannya patut untuk diberdayakan.

“BPMD Sultra sendiri memiliki program kegiatan desa wisata yang dananya bersumber dari dana desa,” jelasnya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Burhadiman mengingatkan bahwa pembangunan pengembangan kawasan aspal Buton untuk memperingati satu abad aspal Buton merupakan salah satu sarana untuk promosi pariwisata daerah.

Kepala Dinas Kehutanan Sahid mengatakan, sebagian pariwisata Sultra berada dikawasan hutan, seperti air terjun di Konsel dan Koltim. Oleh karena itu, semua perlu dikoordinasikan.

Kepala Pendidikan Nasional Sultra Asrun Lio menyebut, bahwa selain Pantai Toronipa dan Bokori yang sementara booming di tengah-tengah masyarakat, telah menyipkan museum dan taman budaya sebagai sarana berwisata

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Sitti Suleha menginginkan sinergitas antara organisasi perangkat daerah (OPD) dan stake holder dalam mempromosikan pariwisata di Sultra.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Hj. Andi Hasna mengatakan, pihak Dinas Kesehatan akan menyiapkan puskesmas modern untuk melayani masyarakat Sultra yang akan berwisata.

Terakhir Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sukamto Toding mengemukakan pendapatnya, integrasi antara kawasan merupakan konsep yang ideal.

“Kita harus segera membuat master plan pembangunan strategis kawasan pariwisata Toronipa dan master plan kawasan ekonomi khusus,” tutupnya

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...