Ancaman PAW Tak Dukung AJP, Fraksi Golkar : Itu Hanya Peringatan

809
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar mengancam akan melakukan Penggantian Antar Waktu (PAW) bagi kadernya yang duduk di DPRD Kota Kendari tidak mendukung Adi Jaya Putra (AJP) dalam pemilihan Wakil Wali Kota.

Ketua DPD II Kota Kendari Partai Golkar Hikman Ballagi mengatakan, secara organisasi sudah ada petunjuk dari tingkat atas, mulai dari DPP dan DPD I untuk DPD II Golkar mendukung AJP di pemilihan wakil wali kota.

- Advertisement -

Keputusan ini, Hikman menegaskan, harus diikuti oleh para kader Golkar yang duduk di DPRD Kota Kendari, dan kalau tidak diindahkan akan ada sanksi.

“Siapapun yang berani melawan keputusan partai saya akan pecat. Jangan coba-coha melawan, kita akan pecat langsung melalui PAW). Saya akan urus proses PAW kalau betul-betul 5 anggota dewan yang berani melawan keputusan partai di pemilihan wakil nanti,” tegas Hikman Ballagi.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kota Kendari Sahabuddin mengatakan, sebenarnya apa yang disampaikan oleh DPD II itu adalah seruan-seruan peringatan kepada kadernya untuk mengikuti keputusan partai dalam pemilihan wakil wali kota.

“Tidak akan terlepas dari hak konstitusi kita di DPRD menjalankan kebutuhan dan kepentingan-kepentingan partai. Kita akan sejalan dengan hak partai dan hak konstitusi,” ujar Sahabuddin di kantornya, Kamis 9 Januari 2020.

Sementara anggota Fraksi Golkar LM Rajab Jinik mengatakan, keputusan partai dalam mendukung salah satu calon merupakan kewajiban setiap kader yang duduk di legislatif untuk diikuti.

“Setiap kader kita wajib mematuhi keputusan partainya, karena kita terlahir dari partai dan harus kembali ke partai,” katanya

Terkait ancaman PAW, Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari ini mengatakan, itu merupakan hak partai untuk memberikan peringatan setiap kadernya duduk di DPRD yang akan melaksanakan pemilihan.

“Ancaman PAW itu hanya peringatan dan  bukan pernyataan bersifat final dari Partai Golkar,” ujarnya.

Setiap anggota fraksi Golkar di DPRD, kata Rajab Jinik, memiliki hak untuk membangun komunikasi dengan calon wakil wali kota, untuk melihat dan mempertimbangkan potensi calon dalam mengetahui visi misinya membangun Kota Kendari

Jadi, lanjut dia, harusnya bisa dibedakan mana yang namanya hak partai politik dan mana hak konstitusi anggota dewan.

“Hak partai politik dia punya kita di DPRD dan kami juga sebagai anggota dewan memiliki hak konstitusi untuk memilih calon wakil,” jelasnya.

“Kami tidak melawan instruksi partai, namun kita hanya minta hak kami sebagai anggota dewan jangan dibatasi dalam berkomuniksi dengan calon lain. Kami memiliki hak konstitusi dan partai harus memikirkan itu,” tambahnya.

Ketua AMPG Kota Kendari ini mengatakan, fraksi Golkar di DPRD tetap solid mendukung calon wakil wali kota yang telah diistruksikan partai.

“Kami tetap solid mendukung AJP, tetapi kami juga minta kepada partai, kami jangan dibatasi dalam berkomunikasi kepada calon siapapun. Karena yang perlu kita pikirkan itu, bagaimana menghasilkan wakil yang dapat bersinergi dengan 35 anggota dewan dalam membangun daerah,” tutupnya

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...