Politisi PDIP Butur Ini Sarankan Istighfar Belajar Metode Kepemimpinan

1499
 

Buranga, Inilahsultra.com– Wakil ketua BP-Pemilu DPC PDI Perjuangan Buton Utara (Butur) Julman Hijrah menyikapi opini yang dibuat oleh Wakil Ketua DPD PAN Butur, Muh Istighfar yang menyarankan Bupati Butur, Abu Hasan agar tidak galau dalam menyikapi kondisi yang ada di media sosial (Medsos), yang dimuat media ini dengan judul “Abu Hasan Jangan Galau” terbit Jum’at 10 Januari 2019.

Julman justru balik menyarankan agar politisi PAN itu perlu belajar metode kepemimpinan.

- Advertisement -

“Dia (Istighfar) belajar untuk menjadi pemimpin rakyat bukan pemimpin kelompok atau golongan,” tulis Julman Hijrah via pesan whatsapp yang diterima redaksi Inilahsultra.com, Sabtu 11 Januari 2019.

Menurut Julman, tiga tahun lebih Abu Hasan menjadi Bupati Buton Utara, telah memperlihatkan sikap sebagai pemimpin semua masyarakat Butur.

“Tidak pernah memperlihatkan maupun menunjukkan dendam baik secara personal maupun secara politik dalam menjalankan roda pemerintahan,” katanya.

Berkaitan dengan respon terhadap gejolak media sosial, kata Julman apa yang dilakukan oleh Bupati Butur adalah sebuah keberpihakan dan didikan terhadap seluruh masyarakat, bahwa sekalipun hujatan baik secara personal maupun pemerintahan sebagai seorang pemimpin mesti harus bijak dalam menyikapinya.

Walaupun itu, tambah Julman secara hukum positif Indonesia, telah memenuhi unsur pidana. Namun, tetap saja harus disikapi dengan bijak.

“Secara peribadi beliau paham dengan psikologis masyarakat Buton Utara bahwa dalam menjalankan roda pemerintahan tentunya ada yang puas dan ada yang tidak puas, namun beliau juga mengharapkan agar dalam menyikapi penyelenggaraan pemerintahan maupun sikap manajerial secara personal untuk tidak berlebiha. Apalagi sampai menghujat sesama umat manusia,” tegasnya.

Olehnya itu, Julman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung jalannya pemerintahan dalam rangka pembangunan daerah.

Meskipun demikian, diakuinya tiga tahun lebih bukan waktu yang cukup dalam membangun suatu daerah.

“Disatu sisi kami mengimbau kepada semua pengguna media sosial agar bijak dan berhati hati dalam menggunakan media sosial, karena kita telah dibatasi oleh media undang undang,” ujarnya.

Pihaknya, sambung Julman sangat paham bahwa ini adalah tahun politik. Mungkin saja sikap dalam bermedsos adalah sebuah cara untuk menjatuhkan citra pemerintahan maupun personal Abu Hasan.

“Kami juga paham mungkin mereka adalah buzzer dari seorang calon yang akan bertarung, tapi itu semua adalah dinamika. Hanya sekali lagi bijaklah dalam bermedsos,” imbau Julman.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...