Kurikulum Budaya Masuk Sekolah

655
 

Baubau, Inilahsultra.com – Nilai budaya Polima sebagai kristalisasi Pancasila diyakini berbanding lurus dengan program Revolusi Mental yang digaungkan Presiden RI, Joko Widodo. Tak heran bila Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin menuangkan nilai budaya Polima ini dalam kurikulum pendidikan di daerah.

Kurikulum itu masuk dalam muatan lokal di Sekolah Dasar (SD) di Kota Baubau. Budaya Polima diajarkan sejak dini dan disajikan bentuk buku kurikulum agar generasi muda mendatang tumbuh dengan karakter moral yang kuat.

- Advertisement -

“Itulah awal pemikiran kita. Jadi gema Polima ini lahir dari kegalauan akibat tergerusnya kepercayaan masyarakat kepada pemimpin akibat globalisasi. Sehingga lahir sifat individualistis dan kebebasan yang tak terkendali,” katanya.

Begitu juga perubahan karakter masyarakat. Banyak sifat mulai dari anak-anak hingga dewasa yang telah menyimpang dari budaya sehingga bisa menimbulkan anarkisme yang mengancam keutuhan daerah, bangsa dan negara.

Kata dia, nilai budaya Polima sangat mendasar bagi kehidupan bermasyarakat. Nilai ini dapat dijadikan dasar dalam hal menciptakan suasana kedamaian dan harmoni membangun daerah dan bangsa.

“Kita akan membentuk tim pengkaji kebudayaan dibidang pembangun. Tim akan bertugas mengurai butir-butir dalam nilai luhur Polima,” katanya.

“Misal dalam Pancasila sila pertama, itu ada butir yang menjelaskan bagaimana implementasinya. Nah, dalam Polima juga akan kita tuangkan butir itu. Contoh Poma-masiaka. Bagaimana butirnya dalam implementasi dalam masyarakat, sehingga nilai ini benar-benar menyentuh dan bisa mendarah daging sehingga kita benar-benar saling menyayangi,” tambahnya.

Bila butir-butir ini sudah bisa dirangkum, kurikulum yang saat ini baru dikhususkan untuk siswa SD maka kedepan akan ditingkatkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan landasan Polima sebagai kristalisasi Pancasila ini, orang nomor satu di Baubau berharap besar bisa menguatkan karakter dan moral anak bangsa dari kemerosotan mental selaras dengan Revolusi Mental yang digaungkan Presiden RI, Joko Widodo. Khususnya di Baubau dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

PWI Baubau Dukung Pengembangan Budaya

Wali Kota Baubau AS Tamrin saat berdiskusi dengan pengurus PWI Baubau di ruang kerjanya, Senin 13 Januari 2020.

Ketua PWI Baubau La Ode Aswarlin menambahkan, Anugerah Kebudayaan yang diberikan kepada Wali Kota Baubau AS Tamrin akan diserahkan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Februari 2020 mendatang.

Anugerah Kebudayaan merupakan inisiatif PWI Pusat dalam rangka membantu Presiden RI mendorong nilai-nilai kebudayaan ditingkat daerah.

Atas dasar ini, PWI Baubau berkoordinasi dengan PWI Cabang Sultra untuk mengusulkan Wali Kota Baubau AS Tamrin sebagai salah satu calon penerima anugerah.

Berdasarkan hasil pengkajian tim dewan juri, selanjutnya proposal yang diajukan kepada PWI Pusat, masuk dalam 10 besar calon penerima Anugerah Kebudayaan yang diundang untuk melakukan presentase langsung di hadapan dewan juri pada tanggal 8-9 Januari 2020 lalu.

Setelah dilakukan presentase, selanjutnya diumumkan hasilnya beberapa waktu lalu oleh dewan juri.

“Alhamdulillah Wali Kota Baubau masuk dalam salah satu kepala daerah yang ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat. Rencananya penganugerahan ini akan diserahkan di puncak peringatan Hari Pers Nasional, 9 Februari di Kota Banjarmasin,” katanya.

Yang patut disyukuri, lanjut dia, dari berbagai daerah di nusantara yang mengajukan proposal sebagai calon penerima Anugerah Kebudayaan, Kota Baubau salah satu daerah yang diapresiasi karena mendorong pembangunan moral generasi melalui nilai-nilai warisan kebudayaan yang saat ini dikenal dengan Polima (Pomamasiaka, Poangka-angkataka, Pomae-maeaka, Popia-piara dan Pobinci-bincikikuli)

Polima sebagai perekat persatuan dan kesatuan dalam bingkai sistem kearifan lokal yang diadopsi dari Sarapatanguna telah dituangkan dalam buku “Polima Gema Pancasila dari Baubau”.

Jika tidak ada aral melintang, momentum peringatan Hari Pers Nasional 2020 di Kota Banjarmasin, juga akan dilakukan bedah buku “Polima Gema Pancasila dari Baubau”.

“Satu penegasan yang disampaikan ketua dewan juri saat penyerahan surat keputusan penetapan kepala daerah yang menerima anugerah, bahwa pembangunan moral merupakan salah satu poin penting yang harus didorong demi kemajuan dan masa depan bangsa. Dan hal ini telah dilakukan oleh Kota Baubau,” ujar Aswarlin. (ADV)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...