Kecewa Pelayanan BPJS Kesehatan, Anggota DPRD Sultra Pilih Keluar saat Rapat

714
 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rasyid memilih keluar ruangan pada saat rapat pembahasan jaminan kesehatan pimpinan dan anggota DPRD Sultra dengan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Prodia Kendari, dan PT Optima Rapha Medika, Rabu 15 Januari 2020.

“Saya memilih keluar, karena ini sebagai bentuk kekecewaan saya atas buruknya manajemen pelayanan BPJS kesehatan terhadap masyarakat baik secara nasional maupun di Sultra,” kata Rasyid saat meninggalkan ruang rapat.

- Advertisement -

Selain buruknya pelayanan BPJS kesehatan, anggota Komisi II ini menyebut, dalam rapat tersebut hanya membahas jaminan kesehatan anggota dewan, bukan membahas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kalau membahas peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Sultra secara keseluruhan saya tidak memilih keluar saat rapat, tapi ini hanya menyangkut polis kesehatan anggota dewan,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Kedailan Sejahtera (PKS) ini mengungkap kejadian yang menimpa kerabatnya yang anaknya masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari untuk mendapatkan pelayanan.

Namun, ketika mengurus dan dilihat polisnya, ternyata polis pasien tersebut BPJS Kesehatan dan langsung diberikan syarat untuk mengurus rekomendasi dari dokter BPJS untuk mendapatkan pelayanan.

“Begitu naifnya dan hinanya kita sebagai masyarakat harus dinomorduakan dan lebih diutamakan kartu BPJS Kesehatan ketika meminta pelayanan difasilitasi layanan kesehatan. Apakah harus meninggal dulu, baru dapat pelayanan,” jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, seperti kejadian yang menimpa karyawan salah satu perusahaan tambang yang meninggal beberapa hari yang lalu.

“Saya protes begitu keras, karena tidak bisa mempengaruhi anggota DPRD yang lain. Jadi saya harus memutuskan untuk keluar dalan rapat tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta kepada manajemen BPJS Kesehatan untuk perbaiki mekanisme dan manajemen pelayanan kesehatan dan yang paling terpenting itu mengutamakan untuk melayani pasien.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Kendari, Alamsyah mengatakan, kekecewaan itu merupakan bagian penyaluran aspirasi.

“Kami menerima kritikan sebagai masukan bagi BPJS kesehatan untuk mengevaluasi pelayanan kepada masyarakat. Ke depan kita akan lebih baik lagi dalam rangka perbaikan pelayanan,” katanya usai mengikuti rapat di DPRD Sultra.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...