Dua Pejabat Buton Utara Tersandung Kasus Pencabulan dan Penganiayaan

2598
 

Kendari, Inilahsultra.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra tengah “menggarap” dua pejabat Kabupaten Buton Utara (Butur) yang tersandung kasus berbeda.

Wakil Bupati Buton Utara Ramadio terlibat dalam kasus pencabulan anak di bawah umur. Sementara Wakil Ketua DPRD Butur Afif Darfin juga harus berurusan dengan penegak hukum karena menganiaya warga saat sebelum dilantik menjadi anggota dewan.

- Advertisement -

Ramadio dan Afif, sama-sama telah menyandang status tersangka oleh kepolisian.

“Keduanya sudah tersangka dengan kasus yang berbeda,” kata Direktur Ditreskrimum Polda Sultra Komisaris Besar La Ode Aries El Fatar beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Afif telah resmi ditetapkan tersangka oleh penyidik Sat Reskrim Polres Muna. Ia disangka melakukan penganiyaan terhadap Alimin Hidayat usai pesta panen di Kecamatan Kulisusu Barat pada 13 September 2019. Kini, Afif telah ditahan oleh Kejari Muna di Rutan Klas II Raha.

Sebelumnya, polisi menangkap Afif di Kendari pada 23 September 2019. Namun, Afif tidak ditahan karena ditangguhkan oleh Bupati Buton Utara yang juga sesama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan).

Dalam kasus ini, Afif disangka melanggar Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang atau barang dan atau penganiayaan dengan ancaman penjara lima tahun.

Tiga unsur pimpinan DPRD Butur dilantik. Ketua, Diwan (kanan), Muh Afif Darvin (tengah) dan Septy Rahma (ujung kiri).

Sementara Ramadio, juga sudah berstatus tersangka dan polisi sudah mengirim surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejati Sultra.

Menurut Aries, tim akan kembali turun ke Butur untuk melengkapi berkas perkara dengan memeriksa kembali beberapa saksi dan korban karena Ramadio membantah melakukan pencabulan.

Meski demikian, hingga saat ini polisi belum memeriksa Ramadio karena harus menyurat lebih dulu ke Kementerian Dalam Negeri soal pemeriksaan pejabat publik.

“Kasus ini (Wakil Bupati Butur) sudah diambil alih oleh Polda Sultra karena menyangkut pejabat publik. Namun, penyidikannya tetap bersama-sama Polres Muna,” tegasnya.

Selain Ramadio, polisi juga telah menetapkan tersangka lainnya berinisial L yang diduga sebagai muncikari. Baik Ramadio maupun muncikari, disangka telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.

Sementara Ramadio belum memberikan keterangan resmi atas kasus yang membelitnya. Beberapa kali dihubungi melalui telepon selulernya tidak memberikan jawaban.

Meski demikian, ia membantah tuduhan pencabulan itu saat menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Ketua DPD Golkar Buton Utara.

“Menurut Ramadio, tidak melakukan itu. Tapi polisi berkata lain bahwa dia sudah ditetapkan tersangka. Kita tunggu saja, semoga kasus ini tidak benar,” tutur Ketua DPD Golkar Sultra Ridwan Bae.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...