BNI Kendari Buka Loket Pengaduan Nasabah Korban Skimming

1366
Ilustrasi Bank BNI

Kendari, Inilahsultra.com – Bank Negara Indonesia (BNI) Kendari membuka loket pengaduan bagi nasabah yang mengalami pengurangan saldo secara misterius.

Pemimpin BNI Cabang Kendari area Sultra Muzakkir menyebut, pihaknya membuka loket di BNI Mandonga di Jalan Abdullah Silondae sejak Sabtu 18 Januari 2020 hingga pukul 17.00 WITA.

- Advertisement -

“Kita buka sampai jam lima tidak menutup kemungkinan sampai besok, tinggal dilihat situasinya,” kata Muzakkir di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu 18 Januari 2020.

Ia mengaku, baru mengetahui informasi adanya nasabah yang berkurang saldonya secara tiba-tiba. Untuk itu, ia langsung menginstruksikan kepada jajarannya untuk segera membuka loket pengaduan sebagai langkah preventif.

“Kami dapat informasi baru ada 3 orang yang WA (Whatsapp) Tapi infonya banyak. Informasinya hanya untuk Sultra saja, karena di tempat lain belum ada informasi seperti di jawa atau Kalimantan,” jelasnya.

Bagi nasabah yang mengaku berkurang saldonya secara mendadak diharapkan bisa mengadu ke BNI dan pihak bank akan mengambil identitas, data pribadi, nomor handphonenya hingga akan dicocokkan saldonya.

“Nanti Senin kita follow up. Tapi, nasabah harus ada beberapa formulir diisi dilengkapi semua data indentitasnya,” tuturnya.

Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kendari mengklaim berkurangnya saldo beberapa nasabah akibat skimming.

Skimming adalah tindakan pencurian informasi dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu debit atau kartu kredit secara ilegal.

“Kejadian ini karena skimming pihak ketiga. Data nasabah direkam melalui ATM oleh pelaku tidak bertanggung jawab,” kata Ikram, Bidang Layanan BNI Kendari saat ditemui di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu 18 Januari 2020.

Menurut Ikram, pihaknya sudah mengantisipasi keamanan data nasabah dengan menyediakan kamera CCTV di anjungan tunai mandiri (ATM).

Selain itu, menggunakan kanopi agar orang lain tidak melihat password ATM nasabah. Tak hanya itu, paling mutakhir, BNI memberlakukan chip di setiap kartu ATM agar tidak bisa disalin oleh skimmer.

“Tapi namanya penjahat berkembang terus. Dia pasang di mulut ATM. Kita antisipasi memakai chip dan tidak bisa direkam, eh ternyata bobol lagi. Ke depan ada perbaikan agar tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Bagi nasabah yang telah mengalami skimming, lanjut dia, telah dinonaktifkan sementara ATM-nya sembari menyampaikan pengaduan ke BNI Cabang Mandonga.

“ATM tetap jalan. Tapi yang sudah terekam skimming kita hentikan,” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin BNI Cabang Kendari area Sultra Muzakkir menyebut, pelaku skimming belum diketahui. Kasus ini, kata dia, telah dilaporkan ke BNI Pusat untuk ditindaklanjuti.

“Pelakunya belum diketahui dan lagi ditelusuri,” katanya.

Terhadap upaya hukum terhadap skimmer ini, ia mengaku masih berkoordinasi dengan BNI Pusat.

“Hasil akhir berlanjut kepolisian kita tunggu saja,” tuturnya.

Ia menyebut, skimming terhadap nasabah melalui ATM sudah sering terjadi bukan hanya menimpa bank plat merah melainkan juga bank swasta.

“Kondisi seperti ini, bukan hanya ATM BNI saja bisa diserang, semua ATM bisa diserang. Tapi, semua penyakit ada obatnya,” tuturnya.

“Pesan khusus saya, tidak usah khawatir mengenai kondisi ini. Solusinya kondisi saat ini, kita ingin tahu berapa nasabah yang merasa dirugikan karena saldonya berkurang,” pungkasnya.

Penulis : Pandi

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...