BNI Kembalikan Uang 13 Nasabah Kena Skimming, Totalnya Rp 100 Juta Lebih

1241
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sejauh ini, Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kendari mencatat ada 13 nasabah yang sudah melapor ke pusat aduan di BNI Mandonga Kendari.

Seluruh nasabah yang mengaku hilang uangnya dan dicocokkan dengan datanya, maka BNI Kendari bersedia mengembalikan uang yang terdebet misterius.

- Advertisement -

“Sekedar info yang 13 nasabah yang melapor kemarin di BNI Mandonga, mengenai dana yang terdebet, telah dikreditkan kembali ke rekening nasabahnya,” kata Kepala Kantor BNI Cabang Kendari, Muzakkir melalui pesan Whatsappnya, Minggu 19 Januari 2020.

Ia menyebut, ke-13 nasabah yang melapor itu telah dikoordinasikan dengan BNI pusat dan kemudian dicocokkan dengan data-data nasabah hasilnya telah sesuai.

“Kisaran seratus jutaan angkanya,” tambah Muzakkir.

Terhadap masyarakat yang mengaku mengalami skimming lewat kartu anjungan tunai mandiri (ATM), ia mengimbau agar segera melapor ke BNI Mandonga pada hari ini, Minggu 19 Januari 2020, buka mulai pukul 11.00 WITA sampai pukul 17.00 WITA.

“Jadi, setiap masalah pasti ada solusinya,” tuturnya.

Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kendari mengklaim berkurangnya saldo beberapa nasabah akibat skimming.

Skimming adalah tindakan pencurian informasi dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu debit atau kartu kredit secara ilegal.

“Kejadian ini karena skimming pihak ketiga. Data nasabah direkam melalui ATM oleh pelaku tidak bertanggung jawab,” kata Ikram, Bidang Layanan BNI Kendari saat ditemui di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu 18 Januari 2020.

Menurut Ikram, pihaknya sudah mengantisipasi keamanan data nasabah dengan menyediakan kamera CCTV di anjungan tunai mandiri (ATM).

Selain itu, menggunakan kanopi agar orang lain tidak melihat password ATM nasabah. Tak hanya itu, paling mutakhir, BNI memberlakukan chip di setiap kartu ATM agar tidak bisa disalin oleh skimmer.

“Tapi namanya penjahat berkembang terus. Dia pasang di mulut ATM. Kita antisipasi memakai chip dan tidak bisa direkam, eh ternyata bobol lagi. Ke depan ada perbaikan agar tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Bagi nasabah yang telah mengalami skimming, lanjut dia, telah dinonaktifkan sementara ATM-nya sembari menyampaikan pengaduan ke BNI Cabang Mandonga.

“ATM tetap jalan. Tapi yang sudah terekam skimming kita hentikan,” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin BNI Cabang Kendari area Sultra Muzakkir menyebut, pelaku skimming belum diketahui. Kasus ini, kata dia, telah dilaporkan ke BNI Pusat untuk ditindaklanjuti.

“Pelakunya belum diketahui dan lagi ditelusuri,” katanya.

Terhadap upaya hukum terhadap skimmer ini, ia mengaku masih berkoordinasi dengan BNI Pusat.

“Hasil akhir berlanjut kepolisian kita tunggu saja,” tuturnya.

Ia menyebut, skimming terhadap nasabah melalui ATM sudah sering terjadi bukan hanya menimpa bank plat merah melainkan juga bank swasta.

“Kondisi seperti ini, bukan hanya ATM BNI saja bisa diserang, semua ATM bisa diserang. Tapi, semua penyakit ada obatnya,” tuturnya.

“Pesan khusus saya, tidak usah khawatir mengenai kondisi ini. Solusinya kondisi saat ini, kita ingin tahu berapa nasabah yang merasa dirugikan karena saldonya berkurang,” pungkasnya.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...