Direktur PT ABE Protes PT VDNI Ikut Campur Libatkan Pekerja Halau Massanya

1056
 

Kendari, Inilahsultra.com – Direktur PT Andalniaga Boemih Energy (ABE) H Syamsu Alam protes terhadap sikap PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang turut ikut campur dengan mengerahkan pekerjanya menghalau massanya untuk menggelar demo di kantor PT Konawe Putra Propertindo (KPP).

Ia menyebut, dirinya tak ada urusan dengan VDNI. Dirinya hanya menuntut haknya terhadap PT KPP yang saat ini belum melunasi utang Rp 14 miliar atas pembangunan jalan hauling menuju jeti yang digunakan PT VDNI saat ini.

“Sekali lagi tak ada urusannya kita dengan VDNI. Kita hanya menutut hak kami di KPP. Kenapa virtue ikut mengerahkan pekerjanya untuk menghalau orang-orang saya,” kata H Syamsu Alam saat memberikan keterangan pers, Selasa 21 Januari 2020.

Ia mengaku, awalnya ia bekerjasama dengan KPP membangun jalan hauling di area industri itu pada 2013.

Namun, dalam perjalannya, KPP tidak membayar biaya yang telah dikeluarkannya selama ini.

Malah, KPP dalam surat pengakuan utang Nomor : 002/X/KPP/2015 yang diberikan kepada dirinya, mereka bisa membayar setelah menerima pembayaran termin ketiga dari PT VDNI sebesar Rp 30 miliar berdasarkan akta perjanjian pengikatan jual beli lahan di kawasan industri nomor 65 tanggal 30 Maret 2015.

“Ada apa, KPP yang ditagih ABE, kok VDNI kebakaran jenggot. Saya tidak ada kemitraan dengan VDNI dan kenapa harus halangi saya untuk meminta KPP selesaikan kewajibannya,” imbuhnya.

Ia juga mengaku kesal dengan pelibatan pekerja lokal yang berhadap-hadapan dengan massanya yang juga berasal dari Sulawesi Tenggara.

“Kasian kita ini mau dibenturkan. Kami hanya menuntut agar PT KPP melunasi utangnya. Tak ada urusannya dengan VDNI,” tekannya.

Sebelumnya, Deputi Branch Manager PT VDNI Chairrulah Wijdan mengakui bahwa yang menghalau massa PT ABE adalah pekerjanya dan warga sekitar industri.

“Kita kan antara masyarakat dan pekerja sudah menyatu. Jadi yang menjaga perusahaan bukan hanya karyawan tapi juga masyarakat,” katanya saat dihubungi, Senin 20 Januari 2020.

Meski demikian, ia tidak mau menjelaskan soal utang piutang antara PT VDNI dan KPP. Sebab, yang mengetahui kerjasama kedua perusahaan asal Tiongkok itu adalah manajemen pusat.

Penulis : Tim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...