Kekurangan Dokter Spesialis, Pemkab Buteng Akan Sekolahkan Dokter Umum

1053
 

Labungkari, Inilahsultra.com – Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dr Karyadi menyatakan masih kekurangan dokter spesialis. Saat ini hanya ada dua dokter spesialis, namun bukan berstatus PNS.

“Saat ini kita sudah miliki dua orang dokter spesialis yakni dokter spesialis internis dan dokter spesialis pediatric,” ungkap Karyadi melalui pesan selulernya, Selasa 21 Januari 2020.

- Advertisement -

Menurut Karyadi, RSUD Buteng masih membutuhkan dokter spesialis bedah, dokter obsgin, dan dokter anastesi.

“Saat ini dokter yang berstatus PNS baru dokter umum 7 orang. Sementara dokter spesialis belum ada,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buteng Samrin Saerani mengatakan, sudah berusaha maksimal merekrut dokter menjadi PNS.

“Kita membuka kuota dokter spesialis pada penerimaan CPNS 2019. Namun, hingga hari terakhir pendaftaran, tak seorangpun yang mendaftarkan diri,” bebernya.

Samrin mengatakan, ada empat formasi dokter spesialis yang dibuka. Dari empat kuota itu, tidak ada satupun peminatnya.

“Pada 2018 lalu hanya dokter umum yang kita buka. Pada 2019 kita buka empat kuota dokter spesialis, tapi tidak ada yang berminat sampai penutupan pendaftaran,” paparnya.

Untuk mengatasi kondisi kekurangan ini, BKPSDM Buteng berencana mencari solusi lain. Salah satunya dengan menyekolahkan satu dokter setiap tahunnya menjadi dokter spesialis.

Mereka akan diberikan beasiswa dari pemerintah daerah. Sebab Pemkab Buteng sangat membutuhkan tenaga dokter spesialis tersebut.

“Tapi ini baru rancangan ya, belum sampai kesitu (Kesiapan pemerintah daerah memberi beasiswa),” ujarnya.

Langkah ini, lanjut Samrin, sangat penting. Pasalnya, tidak ada yang mendaftar sebagai dokter spesialis. Padahal dokter spesialis sangat penting sebab RSUD Buteng tak hanya melayani masyarakat Buteng saja, melainkan juga dari Kabupaten Muna dan Muna Barat.

“Oleh sebab itu, hal ini perlu ada diskusi lebih lanjut dengan berbagai pihak khususnya RSUD Buteng untuk membicarakan dokter spesialis apa yang paling dibutuhkan,” imbuhnya.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...