PT ABE Akan Turunkan 2 Ribu Massa di Morosi

955
 

Kendari, Inilahsultra.com – Direktur PT Andalniaga Boemih Energy H Syamsu Alam akan kembali menurunkan 2 ribu massa ke Morosi Kabupaten Konawe mendesak agar PT Konawe Putra Propertindo (KPP) melunasi utangnya Rp 14 miliar.

Sebelumnya, sebanyak 200 massanya diadang oleh ratusan orang diduga dari pekerja PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di jalan menuju industri.

- Advertisement -

Akibatnya, bentrokan kedua kubu tak terelakan. Mereka saling serang menggunakan balok dan senjata tajam.

Pengadangan ini kemudian diprotes oleh Syamsu Alam.

Ia mengaku, menjadi haknya menuntut PT KPP untuk membayar utang sebesar Rp 14 juta.

“Sebab, yang membikin dan menimbun jalan di kawasan industri menuju jeti adalah saya,” katanya.

Ia berharap, aksi yang akan digelar nanti tidak dihalangi oleh polisi seperti kejadian pertama.

“Saya menuntut hak. Jangan dihalangi,” tekannya.

Secara pribadi, tegas Syamsu, tidak akan mundur sebelum haknya diperoleh. Ia pun mengancam akan menurunkan massa lebih banyak.

“Saya akan menyurat lagi dan akan turunkan massa lebih banyak lagi. Saya akan turunkan semuanya,” tuturnya.

Bila tuntutannya tidak dipenuhi, ia berjanji akan menutup jalan menuju jeti yang saat ini digunakan VDNI untuk mobilisasi hasil industri.

“Yang jelas saya akan menutup jalan tersebut. Itu tanah saya dan saya yang timbun. Bukan KPP dan bukan VDNI. Jika tidak juga diberikan hak saya, langkah terakhir saya gali itu tanah timbunanku (jalan),” pungkasnya.

Ia mengaku, awalnya ia bekerjasama dengan KPP membangun jalan hauling di area industri itu pada 2013.

Namun, dalam perjalannya, KPP tidak membayar biaya yang telah dikeluarkannya selama ini.

Malah, KPP dalam surat pengakuan utang Nomor : 002/X/KPP/2015 yang diberikan kepada dirinya, mereka bisa membayar setelah menerima pembayaran termin ketiga dari PT VDNI sebesar Rp 30 miliar berdasarkan akta perjanjian pengikatan jual beli lahan di kawasan industri nomor 65 tanggal 30 Maret 2015.

“Ada apa, KPP yang ditagih ABE, kok VDNI kebakaran jenggot. Saya tidak ada kemitraan dengan VDNI dan kenapa harus halangi saya untuk meminta KPP selesaikan kewajibannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Humas PT VDNI Indra mengaku belum berani memberikan komentar soal tunggakkan perusahaan Cina tersebut ke KPP.

“Saya tidak paham, karena saya belum di situ (saat KPP dan VDNI bermasalah soal tunggakkan),” katanya melalui telepon selulernya, Senin 20 Januari 2020.

Sementara Kapolres Konawe AKBP Susilo Setiawan menyebut, pihaknya tidak membubarkan massa PT ABE saat peristiwa Senin kemarin.

Ia mengaku mencoba memediasi antara kedua kubu agar tidak terjadi bentrokan lebih jauh.

“Kita tidak bubarkan. Karena situasi saja, kalau terjadi benturan di lapangan, kasian juga,” tuturnya.

Penulis : Tim Redaksi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...