Penjelasan Polda Sultra soal Berkas Penembak Randi Belum Lengkap

618
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sultra memberikan penjelasan ikhwal berkas terduga pelaku penembak Randi, Brigadir Abdul Malik dinyatakan belum lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Sultra.

Dirkrimum Polda Sultra Kombes La Ode Aries El Fatar mengklaim, berkas Brigadir Abdul Malik tak dikembalikan seperti diberitakan sebelumnya.

- Advertisement -

Ia menyebut, polisi hanya menambah keterangan saksi untuk menguatkan barang bukti dan saksi lainnya bahwa pelaku penembakan adalah Abdul Malik.

“P19 itu kan hanya satu kali saja. Sekarang berkasnya lagi dipelajari sama jaksa. Kemarin juga ada ekspose bersama, hanya ada tambahan saksi saja, tapi tidak dikembalikan (ke penyidik),” kata Aries, Kamis 23 Januari 2020.

Ia mengaku, salah satu barang bukti dalam kasus ini adalah rekaman CCTV saat penembakan terjadi. Hanya saja, dibutuhkan keterangan pasti dari saksi bahwa benar yang menembak itu Abdul Malik.

“Hanya untuk memastikan saja apakah itu Abdul Malik,” katanya.

Ia membeberkan, sebanyak lima orang saksi dari internal kepolisian akan dimintai keterangannya untuk menguatkan alat bukti dimaksud.

“Ada komandannya dan beberapa rekannya saat bertugas di lokasi. Ada lima orang,” imbuhnya.

Ia memperkirakan, kelengkapan berkas Brigadir Abdul Malik pada minggu depan.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sultra menyatakan berkas tersangka Abdul Malik, terduga penembak Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo belum lengkap.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sultar Herman Darmawan menyatakan, pihaknya menerima berkas perbaikan pada Jumat pekan lalu.

Pada Rabu 22 Januari 2020 kemarin, penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra bersama JPU melakukan gelar perkara.

Hasilnya, sepakati penyidik dan JPU, masih ada berkas yang harus dilengkapi.

“Hasil dari gelar tersebut, masih ada kekurangan alat bukti untuk penambahan saksi,” kata Herman, Kamis 23 Januari 2020.

Ia menyebut, berkas telah dikembalikan ke penyidik untuk selanjutnya dilengkapi. Meski demikian, Herman tidak menyebut, berapa saksi yang harus kembali dimuat keterangannya dalam berkas tersangka Brigadir Abdul Malik.

“Untuk jumlahnya belum tahu, tapi pastinya ada penambahan saksi,” bebernya.

Berdasarkan aturan, penyidik diberikan 14 hari lagi untuk melengkapi berkasnya.

Dengan pengembalian ini, maka berkas Brigadir Abdul Malik sudah tiga kali dikembalikan JPU ke penyidik Polda Sultra.

“Iya, ini kali ketiga,” tuturnya.

Dalam kasus ini, lanjut dia, JPU sangat hati-hati mendorongnya ke persidangan jika tidak dilengkapi bukti dan keterangan saksi yang kuat.

“Makanya ada pengembalian berkas agar bisa memenuhi pembuktian jika kita sampai di pengadilan,” pungkasnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...