Alasan Golkar Cenderung ke Ruksamin, Amrullah, Arhawi dan Aswadi Adam

745
 

Kendari, Inilahsultra.com – Meski belum menetapkan nama yang akan diusung Golkar untuk maju di Pilkada 2020, namun sudah ada kecenderungan partai berlambang beringin itu untuk mengusung.

Di Pilkada Konawe Utara, Golkar cenderung ke Ruksamin. Karena selain incumbent, Ruksamin juga dianggap sukses memimpin Konut.

- Advertisement -

Selain itu, ia juga menilai Ruksamin aktif turun lapangan saat bencana banjir melanda Konut 2019 lalu.

“Kita obyektif saja. Di sana ada dua orang. Ada Ruksamin dan Sudiro. Tapi kita lebih condong ke Ruksamin,” kata Ketua DPD Golkar Sultra Ridwan Bae beberapa waktu lalu.

Sementara di Kabupaten Konawe Kepulauan, Golkar lebih miring ke incumbent pula. Adalah Amrullah yang juga merupakan politikus Partai Demokrat.

Menurut Ridwan Bae, Amrullah dianggap tidak mengganggu perebutan kursi untuk Golkar pada saat Pemilu 2019 kemarin.

“Karena dia memberikan kesempatan ke Golkar. Dari satu kursi, kita menjadi tiga kursi,” jelasnya.

Di Wakatobi, lanjut Ridwan, sudah barang pasti milik Arhawi. Sebab, kata dia, Arhawi merupakan Ketua DPD Golkar Wakatobi. Selain itu, Arhawi juga merupakan inkumbent dan dinilai memiliki prestasi luar biasa.

“Seluruh pengurus baik dari tingkat kabupaten hingga provinsi sepakat mengusung Arhawi. Saya baru dapat pastikan Wakatobi. Kami pastikan, 99,99 persen Golkar ke Arhawi,” katanya.

Ia menyebut, perolehan kursi Golkar di Wakatobi mengalami kenaikan luar biasa dari satu menjadi Sembilan kursi.

“Arhawi juga mendapatkan penghargaan dari Presiden Jokowi,” tuturnya.

Untuk itu, kata Ridwan, dirinya akan mendorong dan meyakinkan DPP agar menetapkan Arhawi sebagai calon yang diusung Golkar di Pilkada Wakatobi.

Di Buton Utara, Ridwan lebib memilih Aswadi Adam dibandingkan Abu Hasan atau Ridwan Zakariah.

Dipilihnya Aswadi karena dia sudah masuk sebagai pengurus DPD Golkar Butur.

“Setelah dia keluar dari pekerjaannya, dia sudah jadi pengurus Golkar. Kita akan bekerja maksimal mendorong Aswadi menjadi calon diusung Golkar,” bebernya.

Di Kolaka Timur, Golkar memastikan tak akan mengusung calon bupati dari kadernya. Ridwan mengaku, mempertimbangkan beberapa nama yang masuk dalam penjaringan Golkar. Yakni, Tony Herbiansyah, Syamsul Bahri, Sabaruddin Labamba.

“Ada satu lagi perempuan. Itu kita pertimbangkan. Tapi pastinya kita siapkan kader untuk jadi wakil,” imbuhnya.

Setidaknya, ada dua kader Golkar yang disiapkan jadi 02, yakni, Ismail dan Sukirman.

“Kita belum mendorong kader (calon bupati) karena kita rasional saja, kader tidak siap,” tuturnya.

Konsel dan Muna Tergantung Survei

Untuk Konawe Selatan, Golkar Sultra masih gamang antara memilih Irham Kalenggo atau Surunuddin Dangga.

Menurut Ridwan, Irham memiliki peluang yang baik karena berstatus sebagai Ketua DPD Golkar Konsel. Hanya saja, Surunuddin Dangga juga adalah kader Golkar yang kini berstatus inkumbent.

“Kita akan menyerahkan sepenuhnya ke DPP. Nanti akan tergambar seperti apa hasil survei,” tuturnya.

Ridwan menyebut, pernah bicara dengan Irham bahwa ia akan maju jika surveinya memungkinkan menang.

“Tapi intinya kita kembalikan ke DPP,” tambahnya.

Khusus di kampung halamannya, Kabupaten Muna, Ridwan juga lebih menyerahkan sepenuhnya ke DPP.

LM Rusman Emba, LM Rajiun Tumada dan Syarifuddin Udu, kata Ridwan, memiliki hubungan keluarga satu sama lain.

“Saya hanya akan ceritakan tentang ketiganya ini ke DPP. Keputusannya saya kembalikan ke DPP,” imbuhnya.

Dari tiga nama itu, kata dia, survey menjadi salah satu petunjuk untuk mengusung calon pada pilkada 2020 nanti.

Ridwan menuturkan, rekomendasi DPP Golkar terhadap calon yang akan diusung di Pilkada 2020 akan diputuskan pada akhir Februari 2020.

“Tentu, semua keputusan adalah kewenangan DPP. Kita hanya memberikan gambaran terhadap calon-calon yang akan diusung di Pilkada nanti,” pungkasnya.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...