Sembilan Rekomendasi DPRD Sultra dan Penghentian Masuknya TKA China

459
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra secara resmi mengeluarkan rekomendasi diantaranya penghentian sementara masuknya tenaga kerja asing (TKA) asal China.

Rapat itu digelar menyusul mewabahnya virus corona di China yang merenggut lebih 100 nyawa. Rakor ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sultra Muh Endang SA dan dihadiri dari perwakilan Pemprov Sultra, unsure terkait dan Forkopimda.

- Advertisement -

Setidaknya, ada Sembilan poin hasil rapat tersebut yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Sultra Muh Endang SA.

Pertama, hingga saat ini belum ditemukan adanya WNI maupun WNA yang berada di Sulawesi Tenggara yang diduga terkena (terpapar) virus Corona.

Kedua, rapat merekomendasikan penghentian sementara TKA baru dan turis asing dari Tiongkok yang akan berkunjung ke Sulawesi Tenggara.

Ketiga, akan dibentuk Tim Khusus Mitigasi Corona beranggotakan Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya dengan SK Gubernur Sulawesi Tenggara.

Keempat, memperkuat pelaksanaan pemeriksaan dini dibandara dengan melengkapi petugas barang/alat pelindung diri (APD) seperti masker dll. Dinkes Sultra hari ini sudah mengajukan surat permohonan bantuan Masker dan APD lainnya ke Kemenkes RI.

Kelima, peningkatan pengawasan orang asing (POA) terutama kepada TKA pertambangan. Ditemukan adanya perbedaan data yang sangat mencolok antara Disnaker, Imigrasi, Bandara dan instansi lainnya. Disnaker Sultra misalnya hanya mencatat 25 orang TKA saja yang bekerja di Morosi.

Keenam, Dinkes Sultra ditunjuk sebagai posko mitigasi corona dengan call center 081144511191. Sedangkan RS Bahteramas ditunjuk sebagai RS rujukan terduga terpapar virus corona. RS Bahteramas sudah menyiapkan 2 ruang isolasi, UGD khusus dan ambulans isolasi yang bisa menjemput pasien terduga terpapar corona. Sementara Dinkes Provinsi Sultra juga akan memperkuat Puskemas yang ada di Morosi untuk pemantauan dan penanganan penyebaran virus Corona khususnya bagi TKA Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI).

Ketujuh, sosialisasi cara dan pola hidup bersih akan terus dilaksanakan oleh Dinkes dan jajarannya kepada masyarakat. Untuk meningkatkan immunitas (kekebalan) tubuh masyarakat.

Kedelapan, Kantor kesehatan Pelabuhan dengan tenaga kurang lebih 70 orang akan terus melakukan pemantauan arus keluar masuk penumpang terutama TKA dan turis asing di pelabuhan udara maupun laut. Begitu juga halnya dengan kapal-kapal pengangkut barang yang direct dari luar negeri langsung ke Pelabuhan lokal seperti Tinanggea, Morosi, Kasipute yang bulan Januari ini saja sudah tercatat sebanyak 18 kapal.

Kesembilan, rapat mengimbau kepada semua pihak, terutama elite pemerintahan dan politik untuk tidak sembarang mengumbar pernyataan tentang dugaan penyebaran virus corona di Sultra karena dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...