PKK dan Dekranasda Buton Imbau Perajin di Kecamatan Kapontori Tingkatkan Kreativitas

336
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Buton mengunjungi sejumlah desa di Kecamatan Kapontori yang menjadi pusat pengembangan kerajinan berbahan nentu dan rotan, Rabu 29 Januari 2020.

Ketiga titik yang dikunjungi tersebut adalah Desa Tumada, Desa Todanga, dan Kelurahan Wakangka. Wilayah ini merupakan lumbung produksi kerajinan tangan. Selain itu, olahan jambu mete juga menjadi produk unggulan di kecamatan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Muna di daratan Buton tersebut.

- Advertisement -

Selain itu, Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Buton juga mengunjungi lokasi pengasapan ikan di Desa Boneatiro Kecamatan Kapontori.

“Para pengrajin itu kami bina di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM). Di Kelurahan Wakangka ada pengrajin anyaman rotan yang menghasilkan produk keranjang dan aksesoris meja tamu. Di Desa Tumada para pengrajin, selain menganyam rotan dan nentu juga ada pengolahan jambu mete,” kata Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Buton Ir Sadisu saat mendampingi Kunjungan Kerja (Kunker) Ketua TP PKK Kabupaten Buton, Ny Delia Montolalu La Bakry di Kecamatan Kapontori, Rabu 29 Januari 2020.

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Buton itu mengatakan, para pengrajin itu dibina di desa masing-masing dan dilakukan pembinaan di Sentra IKM Pengrajin dan Pengolahan Kacang Mete di Desa Tumada. IKM tersebut dilengkapi alat pengepakan dan alat untuk membela rotan untuk pembuatan tas dan aksesoris lainnya seperti topi, bosara, dan talang.

“Produk-produk yang dihasilkan di sentra IKM ini sudah sering diikutkan lomba baik tingkat provinsi maupun nasional. Dan sering meraih peringkat terbaik. Itu menunjukan produk olahan ini telah diakui kualitasnya di tingkat nasional,” katanya.

Bukan hanya itu, tambah Sadisu, Sentra IKM ini juga menghasilkan olahan Kacang Mete dengan 5 rasa yakni rasa balado, manis, original, bawang, dan cryspi. Hasil olahan mete tersebut diberi label Rawasa.

Ketua TP-PKK yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Buton, Ny. Delia Montolalu La Bakry mengimbau para pengrajin untuk senantiasa merapikan hasil kerajinan sehingga diminati pembeli.

“Para pengrajin agar senantiasa meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan inovasi. Hal itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dan mengikuti trend saat ini supaya bisa lebih berdaya saing,” kata istri Bupati Buton La Bakry ini.

Kedepan, kata Delia, perlu peningkatan fasilitas, pendampingan tenaga ahli desain, serta penguatan branding kepada para perajin untuk meningkatkan kecintaan konsumen pada produk di Kabupaten Buton.

“Pembinaan akan terus dilakukan. Penyediaan bahan baku juga sangat penting, di samping promosi dan pembinaan bagi pengrajin,” ungkapnya.

Untuk itu PKK dan Dekranasda akan bekerjasama dengan para perajin. Selain upaya melestarikan kerajinan juga untuk mengangkat kerajinan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para perajin.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...