Wartawan di Buton Tengah Disidang di Pengadilan karena Tulisan

2041
 

Kendari, Inilahsultra.com – Muh Sadli Saleh, wartawan di Buton Tengah (Buteng) menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pasarwajo sebagai terdakwa dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Kamis 30 Januari 2020.

Riza Salman, jurnalis freelance yang menyaksikan langsung proses sidang menyampaikan kepada Inilahsultra.com bahwa sidang ini merupakan kali kedua dengan agenda pemeriksaan saksi pelapor dugaan pencemaran nama baik Bupati Buton Tengah Samahuddin.

- Advertisement -

Sebelumnya, Sadli memuat tulisan di portal media online Liputanpersada.com berjudul “Abrakadabra: Simpang Lima Labungkari Disulap Menjadi Simpang Empat” yang terbit pada 10 Juli 2019 lalu.

Dalam sidang kedua ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buton Benny Utama SH menghadirkan saksi korban Kadis Kominfo Buteng, La Ota untuk memberi kesaksian terkait pemberitaan Sadli.

Di depan majelis hakim, La Ota mengaku jika bupati yang memerintahkan Kepala Biro Hukum dan Biro Pemerintahan Pemerintah Daerah Buton Tengah, Akhmad Sabir mengadukan masalah tersebut ke polisi untuk diproses secara hukum.

Setelah mendengar semua pernyataan saksi, Majelis Hakim PN Buton yang diketuai Subai SH MH dengan dua hakim anggotanya Basrin SH dan Christian YP Siregar SH akhirnya memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton Benny Utama SH untuk menghadirkan saksi yang diduga dicemarkan nama baiknya dan saksi pelapor pada sidang berikutnya.

Rencananya, sidang akan dilanjutkan pada Kamis, 6 Februari 2020 mendatang. Selain diminta menghadirkan Bupati Buton Tengah sebagai korban, JPU juga diminta menghadirkan tiga saksi ahli terdiri dari ahli IT, ahli Bahasa dan ahli pers.

Sebelumnya, Sadli ditahan di Lapas kelas II Baubau pada 17 Desember 2019 berdasarkan surat dakwaan JPU Kejari Buton pada 6 Januari 2020.

JPU mendakwa Sadli melanggar Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kuasa hukum Sadli, Harun Lesse menilai, sejak awal, pelapor dalam hal ini Kabag Hukum dan Kabag Infokom Pemda Buteng tidak berhak melaporkan Sadli.

Sebab, dalam kasus dugaan pelanggaran UU ITE pihak yang merasa dirugikan adalah sebagai pelapor dalam hal ini Bupati Buton Tengah.

Selain itu, ia juga menyoroti pasal 45 UU ITE yang didakwakan ke Sadli tidak dapat dibuktikan soal ketersinggungan ras, suku dan antargolongan.

“Harusnya ada ahli bahasa dan bupati sendiri harus jadi saksi. Karena yang mengetahui dan merasakan adalah bupatinya. Kabag hukum secara institusi tidak berhak mewakili Bupati soal pencemaran nama baik,” jelasnya.

Bertentangan MoU Polri-Dewan Pers

Proses penyidikan terhadap Sadli janggal sedari awal. Harusnya, jika ada sengketa pemberitaan atau pun kolom opini, tidak ujuk-ujuk diproses hukum oleh polisi dengan menerapkan pasal karet UU ITE.

Sebab, yang berhak memberikan penilaian atas dugaan pelanggaran terhadap karya jurnalistik adalah Dewan Pers.

Dalam Pasal 15 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, salah satu tugas Dewan Pers adalah memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers.

Dengan demikian, harusnya polisi lebih dulu berkonsultasi dengab Dewan Pers terhadap konten tulisan Sadli yang dimuat di Liputanpersada.com.

Hal ini juga dikuatkan dengan memorandum of understanding (MoU) antara Mabes Polri dan Dewan Pers.

Pada Bab III Pelaksanaan bagian kedua Koordinasi di bidang Perlindungan Kemerdekaan Pers Pasal 4 poin 2, pihak kedua dalam hal ini kepolisian apabila menerim pengaduan dugaan perselisihan atau sengketa termasuk surat pembaca/opini/kolom antara wartawan atau media dan masyarakat akan mengarahkan pada yang berselisih atau bersengketa untuk melakukan langkah-langkah secara bertahap dan berjenjang mulai dari penggunaan hak jawab, hak koreksi, pengaduan ke pihak kesatu dalam hal ini Dewan Pers maupun proses perdata.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...