Reses Perdana ARS, Warga Kota Kendari Keluhkan Banjir

601
 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menggelar reses perdana untuk menampung aspirasi atau keluhan masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Reses perdana masa sidang I 2019-2020 Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh (ARS) menampung aspirasi masyarakat di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Senin 3 Februari 2020.

- Advertisement -

Dalam kegiatan reses Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra didampingi oleh Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi da Tata Ruang Pemprov Sultra, Pahri Yamsul dan Lurah Bende Amir Yusuf di salah satu warung kopi.

Di hadapan politikus PAN ini, sejumlah warga mengeluhkan masalah banjir di Sungai Wanggu. Sebab, setiap musim hujan, pemukiman di bantaran sungai itu selalu terendam banjir.

“Masalah Sungai Wanggu, dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk menanggulanginya. Masyarakat yang mendiami di bantaran sungai merasakan dampaknya banjir setiap tahun,” ujar Sulaiman kepada Ketua DPRD Sultra Abdurrahmam Saleh.

Kata dia, persoalan banjir harus dicarikan solusi untuk diselesaikan, untuk itu, lanjut Sulaiman, pemerintah harus fokus membenahi jangan membiarkan banjir terjadi apalagi saat ini sudah masuk pada musim penghujan.

“Saya liat belum ada langkah progresif dari pemerintah untuk menanggulangi atau mencarikan solusi di Kali Wanggu. Kasihan warga yang tinggal di sana, selalu tidak nyenyak tidur pada saat musim hujan,” ujarnya.

Kemudian, Aan warga Kelurahan Wuawua mengeluhkan genangan air yang ada di Jalan Haeba dan di sepanjang ruas jalan Ahmad Yani sampai di jalan Panjaitan.

“Hujan sedikit pasti ada genangan air, dan kalau lama kelamaan tertampung kemudian meluap di jalanan. Sehingga berimbas ke rumah-rumah warga yang ada di sekitar jalan tersebut,” ucapnya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh menyambut baik beberapa keluhan yang disampaikan warga.

Khusus Sungai Wanggu, Ketua DPRD Sultra dua periode ini mengatakan, sepanjang 1 kilometer dari bantaran sungai akan tertangani jika tidak ada kendala.

“Sebenarnya anggaran sudah disiapkan dan kendalanya tinggal pembebasan lahan. Kendalanya soal lahan, kita tinggal koordinasikan dengan Pemerintah Kota Kendari,” ujarnya.

Kemudian terkait genangan air, kata Ketua Pengurus Provinsi PODSI Sultra ini, melalui reses ini akan mengawal aspirasi warga hingga terealisasi sesuai dengan yang duharapkan.

“Kita akan upayakan untuk masukkan dalam perencanaan dalam APBD nanti. Jadi apa kebutuhan yang dianggap skala prioritas akan diupayakan untuk direalisasikan,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...