DPRD Sultra Desak Penambahan Armada Feri di Pelabuhan Amolengo-Labuan

1522
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra mendesak agar ada penambahan armada kapal feri di Pelabuhan Amolengo.

Anggota Komisi III DPRD Sultra Syahrul Said mengaku, Pelabuhan Amolengo menuju Labuan sudah menjadi lalulintas penyeberangan yang padat.

- Advertisement -

Sebab, penyeberangan ini tidak hanya untuk mobilitas hasil ekonomi dari Buton dan sekitarnya menuju ibu kota Provinsi Sultra melainkan juga sudah digunakan untuk kepentingan pekerjaan dan pelaku bisnis meliputi Pulau Buton, Muna hingga Wakatobi.

“Bayangkan padatnya penumpang tidak sebanding dengan jumlah armada yang dioperasikan,” kata Syahrul, Kamis 6 Februari 2020.

Puncak dari kepadatan penumpang terjadi kemarin hingga tadi malam, Rabu 5 Februari 2020. Kapal roro yang biasa digunakan rusak sehingga memicu penyeberangan terhambat.

Banyak kendaraan menumpuk di pelabuhan tersebut. Untuk mensiasati itu, pihak ASDP mendatangkan satu kapal dari Pelabuhan Tampo.

“Tadi malam itu sampai tengah malam dilayani penyeberangan,” kata Syahrul.

Untuk itu, Syahrul menilai, perlu adanya penambahan armada kapal yang dioperasikan di sana. Hal ini untuk menunjang lancarnya lalulintas penyeberangan.

“Kemarin waktu rapat dengar pendapat dengan Kadis Perhubungan kami mengusulkan agar ada penambahan armada itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelabuhan Labuan Sukirman mengaku, setelah kapal feri didatangkan dari Tampo, maka kepadatan sudah terurai.

“Harusnya empat kali trip, kemarin hanya satu kali trip sehingga memicu kepadatan kendaraan,” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Dalam sehari, pelabuhan itu melayani sekitar 80-100 kendaraan roda empat. Sementara roda dua sekitar 500 unit.

Dalam satu kali trip, kapal memuat sekitar 20 kendaraan kecil dengan lama perjalanan kurang lebih 1 jam.

“Namun, jika kendaraan menumpuk, kami bisa sampai lima kali trip,” katanya.

Sementara Kepala Operasi Pelabuhan Amolengo Indra menyebut, dari tahun ke tahun mengalami kepadatan penumpang dan kendaraan apalagi bertepatan dengan momen tertentu.

Pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan penambahan armada ke ASDP. Hanya saja, kata dia, ASDP kurang merespon.

“Kita sejak 2018 sudah mengusulkan itu,” katanya.

Ia menyebut, jalur penyeberangan Amolengo-Labuan boleh dibilang jalur emas dan sudah tidak bisa dilayani hanya satu kapal roro.

“Makanya, kita juga buka ruang kepada swasta untuk ikut beroperasi di sini,” tuturnya.

Meski demikian, banyak nada sumbang terhadap pengelolaan pelabuhan Amolengo yang diwarnai calo tiket.

Menurut Indra, pihaknya sudah bekerja sama dengan semua pihak untuk mengantisipasi calo.

Terhadap usulan anggota dewan, baik Indra maupun Sukirman sepakat adanya penambahan armada. Sebab, hal ini untuk menunjang lancarnya arus lalulintas penyeberangan di daerah tersebut.

“Ini belum lebaran. Masih hari biasa saja terus mengalami penambahan penumpang,” pungkasnya.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...