Ampuh Sultra Desak ESDM Hentikan Aktivitas Dua Perusahaan Tambang di Konut

2327
Massa menggelar demo di Kantor Dinas ESDM Sultra soal tambang di Konawe Utara. (Onno)

Kendari, Inilahsultra.com – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Sulawesi Tenggara (AMPUH Sultra) menggelar aksi demontrasi di kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra, Jumat 7 Februari 2020.

Massa aksi mendesak ESDM Sultra, untuk menghentikan aktivitas pertambangan di Desa Morombo, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

- Advertisement -

Hendro Dilopo selaku Ketua Lembaga AMPUH Sultra meminta Dinas ESDM Sultra untuk segera turun ke lokasi dan menghentikan segala bentuk aktivitas yang di duga melakukan penambangan diluar titik koordinat tanpa dokumen yang jelas.

“Kami juga meminta pihak ESDM, agar memanggil pimpinan PT Bososi Pratama untuk mengklarifikasi dugaan penambangan diluar titik koordinat dan perambahan kawasan hutan tanpa lPPKH yang diduga dilakukan oleh dua perusahaan afiliasinya yakni PT Rockstone Mining Indonesia (RMI) dan PT Cipta Djaya Surya (CDS),” terang Hendro Dilopo dalam orasinya.

Selain itu, sambung Hendro, Dinas Kehutanan Sultra segera turun ke lokasi dan menghentikan aktivitas PT CDS yang duga kuat telah melakukan perambahan kawasan hutan tanpa IPPKH.

“Kami juga mendesak Provinsi Sultra untuk melakukan pemanggilan terhadap kedua perusahaan afiliasi dari PT Bososi Pratama yakni PT RMI dan PT CDS, kami menduga kuat telah melakukan llegal mining dan llegal logging di Desa Morombo, Kecamatan Langgikikima,” bebernya.

Kemudian, masih kata Hendro, Polda Sultra melakukan pemanggilan serta memproses hukum pimpinan PT RMl dan pimpinan PT CDS atas dugaan ilegal mining dan ilegal logging.

“Disaat negara mengatur seluruh pokok pengelolaan sumber daya alam dengan berpedornan pada aturan hukum, tapi justru PT RMI dan PT CDS selaku perusahaan afiliasi PT Bososi Pratama yang bergerak di bidang penambangan nikel seolah mengabaikan aturan yang telah disepekati negara dalam hal pengelolaan sumber daya alam,” bebernya.

Hendro menyebut, provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah dengan potensi kekayaan mineral logam serta sumber daya alam terbesar di negara Indonesia. Bahkan, Sultra menjadi primadona dikalangan investor/koorporasi pemburu mineral nikel diseluruh jazirah.

“Sehingga eksplorasi sumber daya alam dengan tujuan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, kini hanya sebatas mitos,” tuturnya.

Hal ini, terus menerus dirasakan masyarakat Sultra. Dimana pembisnis atau pemodal mengeksploitasi kekayaan alam sebesar-besamya untuk kepentingan pribadi dalam hal meningkatkan level ekonomi mereka sendiri tanpa memikirkan masyarakat sekitar yang mempunyai hak mutlak.

“Berbagai upaya investor melakukan investasi pertambangan yang sifatnya merusak tatanan masyarakat Iingkungan tambang, baik itu adu domba sesama masyarakat,” katanya.

Selain itu, dugaan tumpang tindi IUP atau ilegal mining hingga manipulasi administrasi izin pertambangan yang sifatnya bertentangan dengan undang -undang. Hal itu disinyalir adanya konspirasi secara terstruktur dan massif, antara investor dan pemangku kebijakan baik tingkat daerah hingga pusat.

“Kabupaten Konawe Utara, salah satu daerah di bumi anoa dengan keluaran IUP terbanyak, masyarakat hanya dapat berangan-angan untuk mendapatkan imbas kesejahteraan atas pengerukan hasil bumi didaerahnya,” pungkasnya.

Pantauan media ini, massa aksi mendesak Plt Kadis ESDM Sultra menemui mereka. Namun, pihak kantor ESDM menyampaikan bahwa Pot Kadis saat ini berada di luar kota.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...