Kongres PAN di Kendari Sempat Ricuh

455
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) ke V di Hotel Claro, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sempat berlangsung ricuh sebelum acara lima tahunan dibuka secara resmi.

Acara kongres partai berlambang matahari ini jadwalkan akan dibuka di Tugu MTQ Kendari, pada Senin malam 10 Februari 2020 pukul 19.00.

- Advertisement -

Pantuan Inilahsultra.com, kericuhan pecah terjadi pada saat puluhan orang yang mengatasnamakan peserta kongres PAN memprotes kebijakan panitia yang dinilai memihak kepada salah satu calon ketua umum PAN periode 2020-2025.

Aksi saling dorong terjadi pun tak terhindarkan. Beruntung kejadian ini tidak menimbulkan kerusakan, karena pasukan pengamanan dari pihak kepolisian langsung meredam situasi.

“Kami meminta panitia untuk menutup pendaftaran peserta kongres, karena tidak sesuai mekanisme dalam AD/ART partai. Kalau tidak kita akan paksa tutup dengan cara memboikot,” kata seorang yang mengaku peserta kongres PAN dari Maluku.

Situasi mulai kondusif, ketika puluhan orang yang mengatasnamakan peserta kongres menarik diri keluar dari dalam hotel dam berkumpul di taman Hotel Claro.

Wakil Ketua DPD PAN Kota Tual Nizar Salim Sether menjelaskan, gerakan tadi bukan hanya sekedar dari Maluku, tetapi ada juga dari Papua, Sultra, Sumut dan beberapa daerah bersama-sama memprotes langkah panitia yang tidak sesuai aturan partai.

“Sultra sebagai tuan rumah di sini kami bersama-sama melakukan protes tersebut, dan ini hampir kolektif dari daerah-daerah seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia mekanisme pendaftaran peserta pemilih itu pengurus partai yang terdaftar di KPU setempat, dibuktikan dengan surat keputusan hasil musda, mandat, hadir secara fisik, memiliki KTP dan KTA partai.

“Teman-teman kami hasil musda yang sudah ditetapkan mahkamah partai yang berkewenangan menggunakan hak suaranya di kongres disingkirkan dan tidak diterima pada saat registrasi sebagai peserta,” jelasnya.

“Inilah poin protes kita hari ini, yang merupakan kejahatan ketua umum Zulkifli Hasan dan Sekjen Edi Suparno menghancurkan PAN. Ada sekitar 27 DPD yang tidak diterima,” jelasnya.

Sementara Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berharap, mudah-mudahan Kongres PAN ini berjalan dengan baik. Walaupun sudah sempat terjadi dinamika.

“Karena PAN memang begini kalau pada saat kongres, dinamika sama halnya yang terjadi kongres di Bali suasananya seperti ini juga,” kata Zulkifli Hasan saat mendaftarkan diri calon ketua umum.

Menurut dia, dinamika yang terjadi di PAN merupakan hal yang sudah biasa terjadi, tetapi pada saat kongres selesai dinamika itu berakhir dan kompak lagi.

“Ketika sudah selesai kongres PAN itu InsyahAllah rukun dan bersatu kembali. Mudah-mudahan kongres kita di Kendari bisa selesai dengan penuh kebaikan dan kehormatan,” tutupnya

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...