DPRD : Air PDAM Kota Kendari Sudah Tidak Layak Konsumsi

612
 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari Apriliani Puspitawati menyebut kualitas air PDAM Kota Kendari sudah tidak layak konsumsi.

Ia menjelaskan, sudah banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat terhadap kualitas air PDAM, terutama airnya keruh, berlumpur dan sudah berwarna coklat.

- Advertisement -

“Sebenarnya air dari PDAM untuk masyarakat harus layak konsumsi, tapi
kalau kondisi airnya seperti ini, saya kira air PDAM sudah tidak layak konsumsi oleh masyarakat. Saya harap air yang tidak layak ini secepatnya diusahakan untuk menjadi layak,” ungkap Apriliani Puspitawati di hadapan Direktur PDAM Kota Kendari Damin, Kamis 13 Februari 2020.

Air yang tidak layak konsumsi ini, lanjut politikus PDIP ini, efeknya pelanggan sudah tidak mau lagi membayar layanan air PDAM.

“Masyarakat mengeluh air sudah tidak layak, dan sudah tidak membayar lagi. Menurut mereka air PDAM sudah tidak layak konsumsi untuk apa dibayar lagi,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta penjelasan PDAM Kendari seberapa besar permasalahan yang dihadapi saat ini untuk menjernikan air yang tadinya tidak layak konsumsi menjadi layak.

“Kami Komisi II ingin mengetahui apa sebenarnya masalah. Supaya bisa bersama-sama membenahi PDAM ini dalam memberikan pelayanan air bersih, supaya masyarakat kembali memberikan kontribusi dengan membayar,” katanya.

Terkait air keruh, Direktur PDAM Kota Kendari Damin menjelaskan, perubahan air baku ini karena adanya kegiatan di hulu Sungai Konaweha yang diakibatkan aktivitas pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

“Inilah yang menyebabkan perubahan air baku yang kualitas airnya tidak bagus. Sebenarnya kami bisa kontrol dengan menggunakan peralatan yang ada dan dosis bahan kimia, akan tetapi tingkat kekeruhan tetap muncul,” ungkapnya.

Kemudian masalah kedua, kata dia, pipa PDAM bocor. Ketika pipa bocor, maka lumpur masuk ke dalam pipa. Biasanya kekeruhan air terjadi pada musim hujan.

“Memang produksi air kami keruh yang belum jernih dan berbau, dikarenakan
pipa yang kami gunakan sudah tua dengan beroperasi sudah puluhan tahun belum pernah diganti,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Damin, PDAM akan menyiapkan Distrik Meter Area di setiap jaringan distrik wilayah bakal diuji.

“Kita mulai ancang-ancang Distrik Meter Area untuk menguji sampai dimana tingkat kekeruhan dan kehilangan air,” katanya.

Memang selama ini, kata Damin, masyarakat tidak mau membayar diakibatkan air PDAM keruh dan busuk, karena masih ada kotoran yang mengendap di dalam pipa.

“Kami bisa jamin kualitas air kembali bagus, yang tidak bisa kami jamin kadang-kadang konsumen ketika mendapat kekeruhan air tidak langsung melapor ke PDAM,” katanya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...