Abu Hasan-Ramadio Empat Tahun Memimpin Butur : Infrastruktur Digenjot, Ukir Berbagai Prestasi

344
 

Genap empat tahun Abu Hasan dan Ramadio selaku Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara (Butur), menahkodai daerah dengan slogan Lipu Tinadeakono Sara itu.

Buah karyanya dalam memajukan Butur selama 4 tahun kepemimpinannya itu kini mulai dinikmati masyarakat setempat. Duet keduanya pun juga terus melahirkan sejumlah prestasi yang membanggakan daerah itu.

- Advertisement -

Untuk memperkenalkan karya pemimpin yang bertagline ABR itu selama 4 tahun terakhir kepada masyarakat luas, Senin, 17 Februari 2020, Pemkab Butur menggelar ekspose pembangunan di Islamic Center Minaminanga.

Berikut sebagian besar deretan pembangunan dan prestasi yang diukir ABR :

*Peningkatan Infrastruktur Jalan

Selain penghargaan-penghargaan tersebut, Pemkab Butur terus berupaya dalam mewujudkan pembangunan dalam berbagai aspek, baik itu infrastruktur, pengembangan SDM serta menjadikan Butur daerah religius.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Butur, pengerjaan jalan kabupaten tahun 2019, ada sekitar 9,2 km proyek peningkatan (pengaspalan) jalan tahun ini yang tersebar di beberapa titik. Antara lain ruas jalan Waode Buri-Peteteaa, Lakansai-Lamoahi, jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Kelurahan Wandaka.

Untuk jalan povinsi di wilayah Butur tahun 2019 ada empat paket yakni peningkatan jalan batas Kabupaten Buton dan Butur-Bubu Kecamatan Kambowa, dengan pagu anggaran Rp 4 miliar.

Selanjutnya, peningkatan jalan Bubu-Ronta Kecamatan Bonegunu dengan pagu anggaran Rp 4 miliar. Peningkatan jalan Ronta-Lambale Kecamatan Kulisusu Barat dengan pagu Rp 2,9 miliar, dan peningkatan jalan Lambale-Ereke Kecamatan Kulisusu dengan pagu sebesar Rp 4 miliar.

Untuk tahun 2020 ini, Pemkab Butur mengalokasikan anggaran sebesar Rp24 miliar di APBD 2020 untuk pengerjaan jalan. Selain DAU, Butur juga mendapat suntikan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp 15 miliar untuk peningkatan jalan. Sehingga total anggaran untuk peningkatan jalan sebesar Rp 39 miliar.

*Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Tenaga Pengajar

Pemda Butur di bawah kepemimpinan Abu Hasan-Ramadio, telah mengucurkan anggaran untuk membenahi sarana pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bupati Butur Abu Hasan memberi bantuan kepada siswa-siswi di Butur.

Beberapa sekolah yang telah dibenahi diantaranya 2 (dua) Ruang Kelas Belajar (RKB) di SDN 2 (dua) Lipu, 2 (dua) RKB di SDN 1 Lemo, 1 (satu) RKB SDN 1 Eengkapala, 3 (tiga) RKB SDN 1 Kuburuno 3, 2 (dua) RKB di SDN 1 Bubu Barat, 3 (tiga) RKB di SDN 1 Bumi La Pero, 2 (dua) RKB di SDN 1 Sumampeno, SDN 1 Ronta, SDN 1 Buranga, SDN 1 Wacu Laea, Ruang Kelas di SDN 1 (satu) Tri Wacu wacu, SDN 1 Buranga, SDN 1 Bonegunu, SDN 1 Lasiwa, SDN 1 Mata, SDN 1 Bubu, SDN 2 Bonegunu, SDN 2 Kambowa, SDN 1 Saraea, SDN 1 Waode Kalowo, SDN 1 Dampala Jaya, SDN 1 Lanoipi, SDN 1 Buranga, SDN 1 Labajaya dan SDN 1 Tanah merah.

Selain perbaikan sekolah, Pemda Butur juga mengadakan buku koleksi perpustakaan bagi para pelajar serta penambahan fasilitas sekolah hingga ke wilayah pelosok.

“Di pelosok daerah hampir semua sudah memiliki sekolah meskipun dengan kondisi yang terbatas, untuk memotivasi guru, tenaga pengajar berprestasi diberikan penghargaan sebagai dorongan atau motivasi untuk guru-guru yang  lain agar mengukir prestasi dalam dunia pendidikan,” katanya.

Abu Hasan juga telah menyalurkan bantuan pendidikan kepada 720 mahasiswa di jenjang Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2)/Magister dengan rincian 22 orang di tahun 2017,  141 orang di 2018, dan 557 orang di 2019.

Di tahun 2017, Abu Hasan mengalokasikan bantuan pendidikan sebesar Rp. 371 juta yang diberikan kepada 13 mahasiswa S1 dan ( mahasiswa S2. Di tahun 2018, anggaran bantuan pendidikan mengalami peningkatan menjadi Rp. 500 juta yang dierikan kepada 130 orang mahasiswa S1 dan 6 orang mahasiswa S2 dan 3 orang pelajar Diploma tiga (D III). Anggaran bantuan pendidikan terus mengalami peningkatan hingga di 2019 anggaran yang dialokasikan sebesar 1 Miliar yang diberikan kepada 518 mahasiswa S1, 5 mahasiswa S2 dan 29 pelajar di tingkat D III.

*Jadikan Butur Religius

Salah satu visi Bupati dan Wakil Buati, Abu Hasan-Ramadio ilah menjadikan Kabupaten Butur menjadi daerah yang religius. Untuk mendongkrak cita-cita itu, banyak membangun rumah-rumah ibadah di seluruh pelosok daerah Butur.

Abu Hasan menjadikan Butur sebagai daerah yang religius.

Di tahun keempat kepemimpinannya, Abu Hasan terhitung telah mengucurkan anggaran senilai miliaran rupiah untuk membangun masjid-masjid di beberapa desa, Masjid Raya At-Taqwa dan gedung Islamic Center yang saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat Butur.

Untuk membangun Islamic Center sebagai pusat kegiatan Keagamaan, Abu Hasan rela mengeluarkan anggaran daerah hingga miliaran rupiah. Sejak diresmikan pada 2018 lalu, Gedung Islamic Center sendiri telah digunakan sebagai tempat pelaksanaan MTQ XXVII Sultra 2018, MTQ tingkat Kabupaten Butur pada 6 Februari 2020 lalu dan upacara hari-hari besar lainnya.

*Sukses Jadikan Butur Sebagai Sentra Daerah Pertanian Organik*

Abu Hasan dan Ramadio terbilang sukses menjadikan Buton Utara sebagai daerah yang dikenal dengan daerah penghasil pertanian organik. Hal itu tidak terlepas dari sejumlah terobosan kebijakan pemerintahannya yang pro terhadap pengembangan pertanian padi organik di daerahnya.

Salah satu kebijakan yang sudah dilakukan keduanya ialah mendorong terbukanya lahan pertanian di daerah itu, yakni dengan memberi subsidi atau bantuan bagi masyarakat yang ingin membuka lahan pertanian baru.

Bupati Butur Abu Hasan menyerahkan bantuan pupuk organik kepada petani.

Pemberian bantuan itu dimulai sejak tahun 2017 lalu dengan nilai sebesar Rp 1 miliar. Anggaran itu diperuntukan untuk pembukaan lahan baru seluas 400 hektar. Anggaran itu masuk dalam APBD perubahan di tahun 2017 lalu.

Bupati Butur, Abu Hasan menuturkan sengaja mengambil kebijakan itu mengingat banyaknya animo masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian organik akan tetapi kadang terkendala pada anggaran.

“Sehingga kita anggarkan untuk para petani yang akan membuka lahan pertanian padi ladang organik. Ini sebagai bagian dari upaya memajukan sektor pertanian organik di Butur,” ujar Abu Hasan.

Dengan rincian tersebut, dalam hal ini Rp 1 miliar untuk 400 hektar, terang Abu Hasan lebih lanjut, maka setiap petani yang akan membuka lahan baru berarti akan akan mendapat bantuan sebesar Rp 2,5 juta per hektarnya.

“Ingat, ini bantuan untuk membuka lahan saja. Jadi kalau ada petani yang mau buka lahan padi organik di lahan tidurnya yang seluas 4 hektar, berarti total bantuan yang akan diberikan sebesar Rp 10 juta,” jelasnya.

Orang nomor satu Butur itu mengaku sengaja mendorong terwujudnya perluasan lahan dikalangan petani di Butur mengingat sudah mulai dikenalnya padi organik milik Butur di sejumlah daerah termasuk beberapa negara di luar negeri.

Menurutnya dengan mengembangkan pertanian organik, maka akan banyak permintaan pasar terhadap beras organik andalan daerah itu nantinya.

“Beras milik kita sudah kita sosialisasikan bahkan ke manca negara. Permintaan akan itu juga sudah mulai banyak. Khawatirnya nanti jangan sampai permintaannya banyak namun ketersediaannya di kita minim,” tegasnya.

Abu Hasan memperkenalkan produk beras organik kepada Menteri Desa PDTT.

Upaya pemerintahan Abu Hasan tidak hanya berhenti disitu. Selain memberi subsidi pada pembukaan lahan setiap tahunnya, Abu Hasan dan Ramadio juga memberi subsidi bantuan benih bagi masyarakat. Bantuan itu dianggarkan dalam anggaran pendapatan belanja daerah Buton Utara.

*Bantu Nelayan, Pemda Butur Hadirkan Pabrik Es*

Para nelayan di Kabupaten Buton Utara (Butur) kini tak lagi dikhawatirkan dengan ketersediaan es untuk digunakan mengawetkan ikan manakala musim ikan melimpah. Pasalnya pabrik es curah kini telah beroperasi di daerah itu. Pabrik ini mampu memproduksi es hingga lima ton per hari.

Pabrik es curah di Butur.

Pengadaan pabrik es curah tersebut merupakan salah satu janji Bupati Butur, Abu Hasan. Itu dilakukan untuk menjawab keluhan masyarakat nelayan yang selama ini kerap kesulitan mendapatkan es untuk mengawetkan ikan-ikan mereka saat musim ikan melimpah.

Selama ini para nelayan diketahui hanya mengandalkan es batu berukuran kecil yang diproduksi dari rumah warga. Itupun untuk memperolehnya sangat terbatas. Karena itu, dengan hadirnya pabrik es tersebut hampir dipastikan akan mampu memenuhi kebutuhan para nelayan di Butur.

Bupati Butur, Abu Hasan, mengatakan potensi perairan laut di daerah tersebut memang sangat menjanjikan. Sehingga, upaya peningkatan hasil tangkapan dengan menyalurkan berbagai sarana dan prasarana kepada nelayan, tentu harus pula dibarengi kesiapan es, sebagai pengawetnya.

“Saya kira wajib harus adakan pabrik es ini, agar nelayan kita tidak kesusahan lagi mendapatkan es untuk mengawetkan hasil ikan,” ungkap Abu Hasan ketika meresmikan pabrik es sekaligus menyerahkan bantuan sarana prasarana perikanan di Desa Malalanda, Kecamatan Kulisusu belum lama ini.

Dia mengatakan bahwa pabrik ini bisa melayani seluruh nelayan di Butur. Dia pun berharap, hadirnya pabrik tersebut bisa menjawab terbatasnya jumlah es, yang kerap dikeluhan para nelayan.

“Saya berharap tidak ada lagi keluhan nelayan kita untuk tidak mendapatkan es sebagai pengawet ikan tangkapan mereka,” imbuhnya.

*Datangkan Ratusan Bantuan Alsintan*

Pengembangan pertanian organik sukses mencuri perhatian Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman. Gegara hal itu pria asal Sulawesi Selatan itu bahkan langsung menginjakan kakinya di daerah Buton paling utara itu.

Amran Sulaiman tiba di Butur dengan menggunakan helikopter untuk meninjau salah satu lokasi pengembangan pertanin organik di Desa Dampala Jaya Kecamatan Kulisusu Barat.

Ratusan Alsintan berhasil didatangkan Bupati Butur Abu Hasan.

Dalam kunjungannya itu ia juga memberi sejumlah bantuan alat pertanian untuk diberikan ke pemerintah daerah Butur. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmennya dalam mendukung pertanian organik di Butur.

Berikut sejumlah bantuan yang sudah diberikan oleh Kementerian Pertanian ke pemerintah Butur. Bantuan tersebut berupa traktor roda empat sebanyak 6 unit, Traktor roda dua 25 unit, Cultivator 25 unit, Cron Planter manual 55 unit, Hand Sprayer 45 unit, mesin perontok padi 6 unit, Cron Sheller 3 unit, Combine Harvester (alat panen padi) 3 unit dan alat panen jagung 3 unit.

Untuk bantuan itu kini dikelola oleh Dinas Pertanian dengan sistem Brigade. Dimana bagi kelompok tani yang membutuhkan tinggal mengajukan peminjaman.

“Tujuan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian adalah untuk membantu para petani atau kelompok tani se Kabupaten Buton Utara dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian dengan hasil lebih baik,” ungkap Abu Hasan.

*Raih WTP Dua Kali Berturut-Turut*

Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Pemda Butur) sejak dipimpin Abu Hasan dan Ramadio tercatat sudah dua kali memeroleh perdikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2017 dan tahun 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bupati Butur Abu Hasan mengatakan capaian WTP tidak lain merupakan hasil dari kesungguhan dan kerja keras seluruh stakeholder, dalam menunaikan tugasnya.

Untuk kedua kalinya Pemkab Butur meraih WTP dari BPK.

Menurutnya, ke depan, tak ada lagi pilihan lain, selain mempertahankan prestasi yang telah sukses diraih itu.

“Kerja keras ini tidak boleh kita hentikan, sekarang maupun ke depan kita harus bekerja keras, karena kalau kerja keras dan sungguh-sungguh ini kita hentikan, maka prestasi yang kita sudah capai, ini hanya akan menjadi mitos di masa depan,” ungkapnya.

Abu Hasan menjelaskan selama ini Butur hanya berkutat dengan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Sehingga kata dia penghargaan tersebut merupakan kado yang sangat istimewa bagi pemerintahannya.

Selama ini yang membuat Butur tidak bisa meraih opini WTP beber orang nomor satu Butur itu tidak lain adalah masalah aset. “Alhamdulilah kini persoalan itu bisa teratasi,” imbuhnya.

*Raih Penghargaan dari BPJS*

Pemerintah Kabupaten Buton Utara kembali menerima penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Kabupaten Butur. Penghargaan yang diterima kali ini, yakni atas tercapainya Universal Health.

Pemkab Butur raih penghargaan dari BPJS.

Plakat dan piala penghargaan diserahkan langsung Kepala BPJS Kantor Kabupaten Butur kepada Bupati Butur, Abu Hasan di Kantor Bupati.

“Penghargaan yang diberikan adalah bentuk kepercayaannya kepada Pemda Butur. Kami juga akan menggenjot pelayanan yang optimal di RSUD Butur,” ungkapnya.

Selaku pimpinan daerah, dirinya menegaskan kepada OPD khususnya di Dinas Sosial agar selalu membantu masyarakat Butur untuk bekerja memantau masyarakat yang belum memiliki kartu BPJS atau KIS.

“Dibuatkan dan dimudahkan, agar masyarakat itu sendiri bisa memiliki kartu BPJS atau KIS. Dan bisa melakukan pengobatan dengan mudah tanpa ada kendala apapaun,” imbuhnya.

*Penghargaan dari BI Perwakilan Sultra*

Pemkab Butur juga memperoleh penghargaan dari BI Award 2019 dalam kategori Pengembangan Ekonomi Daerah Terbaik dilakukan oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penghargaan tersebut merupakan rangkaian acara tahunan BI Sultra 2019 dalam rangka memberikan apresiasi penuh terhadap pelaksanaan kebijakan BI selama ini, digelar di Kendari, Rabu, 11 Desember 2019.

Bupati Butur Abu Hasan terima penghargaan dari BI Perwakilan Sultra.

Bupati Butur, Abu Hasan mengatakan, penghargaan tersebut merupakan prestasi daerah dan masyarakat yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Menurut dia, penghargaan itu didedikasikan bagi masyarakat Butur terutama petani padi organik.

“Karena ini akan membawa kemaslahatan, tidak hanya secara seremonial tapi ini memiliki makna dan subtansi agar Butur terus mengembangkan potensinya menjadi pusat ekonomi baru di Sultra,” kata Abu Hasan.

*Meraih Penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM*

Kabupaten Buton Utara dibawah komando Abu Hasan dan Ramadio juga meraih penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai salah satu kabupaten yang peduli HAM.

Pemberian penghargaan itu sebagai rangkaian dalam peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ke-71, di Gedung Merdeka , Jalan Asia Afrika, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung Jawa Barat, Selasa, 10 Desember 2019.

*Dianugerahi Penghargaan dari Kementerian Pertanian*

Selasa, 10 Desember 2019 di Malang, Jawa Timur, Pemkab Butur dianugerahi penghargaan dari Kementerian Pertanian RI sebagai wujud apresiasi pemerintah kepada insan perkebunan yang telah berperan aktif dalam sektor pembangunan Perkebunan.

Pemberian penghargaan tersebut sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Perkebunan Nasional ke-62.

Penghargaan tersebut diterima Bupati Butur Abu Hasan yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Butur Sahrun Akri. Khusus Sultra, hanya ada tiga daerah yang mendapat penghargaan itu termasuk Butur. Penghargaan itu diserahkan langsung Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian RI. (Adv)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...