Sukseskan SP 2020, Bupati Buton Ajak Seluruh Pihak Terlibat

190
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Sensus Penduduk (SP) 2020.

Kegiatan ini digelar bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Buton, serta Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Buton di Aula Kantor Bupati Buton di Takawa, Pasarwajo, Selasa 18 Februari 2019.

- Advertisement -

Rakor dibuka Bupati Buton La Bakry dihadiri seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Buton, Kodim 1413 Buton, Polres Buton, Camat, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Buton.

Tampil sebagai panelis pada acara itu, Sekretaris Dinas Dukcapil Karim, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Sudirman, dan Kepala BPS Kabupaten Buton La Ode Haris Sumba.

Sekretaris Dinas Dukcapil Buton Karim meminta para tenaga sensus jika mendapat kendala agar mengembalikan permasalahan pada Dinas Dukcapil. Sebab masalah Nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) berada di Dinas Dukcapil.

“Kami juga memohon secara teknis BPS provinsi dan kabupaten kota untuk membangun satu data kependudukan,” kata Karim.

Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Buton Sudirman memaparkan, dalam Forum Satu Indonesia salah satu unsur yang tergabung di dalamnya yakni Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton sebagai pembina, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai Ketua Forum, dan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Buton selaku walidata.

Sementara yang menjadi produsen data adalah seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton.

“Melalui forum ini diharapkan dapat tersedia data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses, dan dibagipakaikan. Seperti data kependudukan, perikanan, usaha mikro kecil menengah, pariwisata, dan sebagainya,” paparnya.

Sudirman mengatakan, Dinas Kominfo siap mendukung dan mengembangkan portal satu data Buton dengan sistem host to host dan integrasi sistem. Sehingga memudahkan kerja produsen data dan mempercepat proses interoperabilitas data bagi pengguna yang akan didukung sepenuhnya oleh tim teknis di Dinas Kominfo.

Berbicara tentang Sensus Penduduk 2020, lanjut Mantan Kadis Tenaga Kerja Kabupaten Buton ini, Kominfo sebagai walida siap menyukseskan pelaksanaan SP 2020.

“Kami juga akan membuka pos pelayanan untuk membantu masyarakat dalam mengupdate data pada SP 2020 online,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Buton La Bakry meminta keterlibatan semua pihak, terutama aparat pemerintah hingga wilayah administrasi terkecil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk menyukseskan SP 2020.

“Kunci sukses penyelenggaraan SP 2020 adalah koordinasi intensif dengan setiap kementerian/lembaga dan OPD serta jajaran pemerintahan pusat dan daerah. Baik Sensus Penduduk online maupun wawancara akan melibatkan lurah, kepala Desa, dan ketua/pengurus Satuan Lingkungan Setempat (SLS) terkecil (RT, RW, Dusun, Lorong, Lingkungan dan sebagainya),” kata La Bakry.

Oleh karena itu, La Bakry mengimbau kepada seluruh elemen baik itu OPD, Camat, maupun tokoh masyarakat untuk memberi dukungan dalam kegiatan SP 2020 dengan menyebarluaskan informasi dalam berbagai kesempatan dan media.

“Data SP 2020 dapat digunakan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah untuk memperoleh gambaran tentang kebutuhan suatu wilayah. Setelah hasil akhir SP 2020 ini keluar, data tersebut dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan dalam menentukan kebijakan serta keputusan yang lebih tepat sasaran untuk diimplementasikan kepada masyarakat,” tutup Politikus Partai Golkar Buton ini.

Sensus Penduduk Online dapat dilaksanakan secara mandiri melalui halaman website sensus.bps.go.id pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020.

Periode kedua yaitu kegiatan verifikasi dan pencacahan lapangan yang akan dilaksanakan pada tanggal 1-31 Juli 2020.

Sebelum Dilakukan pencacahan lapangan akan dilakukan verifikasi lapangan. Pada kegiatan ini petugas sensus akan melakukan pengecekan keberadaan penduduk berdasarkan daftar penduduk, pengecekan ke lapangan, dan penyisiran bersama ketua/pengurus satuan lingkungan setempat. Sementara pada tahap pencacahan, petugas sensus mendata penduduk yang belum melakukan sensus penduduk online.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...