Upaya Menekan Angka Pengangguran Melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi

253
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Tenaga Kerja, Bambang Satrio Lelono membuka secara resmi pelatihan berbasis kompetensi tahun 2020 di Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari.

Selain itu, Bambang juga melantik dan meresmikan Kantor Pusat Publikasi, Informasi dan Dokumentasi BLK Kendari dan meresmikan asrama BLK Kendari, Selasa 18 Februari 2020.

- Advertisement -

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Saemu Alwi, rektor, bupati dan wali kota serta forum komunikasi pimpinan daerah.

Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu mengatakan, pada 2020, ada 15 paket pelatihan yang terdiri dari 240 peserta yang mengikuti program pelatihan berbasis kompetensi.

Hal ini bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten untuk mengisi dunia kerja atau membuka lapangan kerja baru secara mandiri.

“Hal ini sesuai nawacita Presiden Joko Widodo dalam menekan angka pengangguran di Indonesia,” katanya dalam memberikan sambutan.

Ia menyebut, sasaran dari pelatihan berbasis kompetensi ini adalah masyarakat umum dan pencari kerja di Provinsi Sultra.

Mereka diajarkan tentang kurikulum yang terdiri dari materi umum soft skil dan materi inti kejuruan.

“Nanti mereka akan diberikan sertitikat pelatihan yang dikeluarkan oleh BLK Kendari,” bebernya.

Menurutnya, meski sudah mendapatkan sertifikat, para peserta pelatihan tetap akan dipantau oleh BLK Kendari.

Untuk itu, ia berharap agar bupati atau wali kota turut memberikan sumbangsi seperti permodalan kepada jebolan pelatihan ini.

“Agar bisa mendorong dirinya untuk menghidupi keluarganya dan membuat bangga,” bebernya.

Sementara itu, peresmian kantor PPID sebagai bentuk keterbukaan informasi publik yang diamanahkan undang-undang.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Sultra Saemu Alwi yang membacakan pidato Gubernur Sultra Ali Mazi menyatakan, pelatihan berbasis kompetensi ini turut membantu upaya Pemprov Sultra dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Bumi Anoa.

“Pelatihan ini menekankan kualitas SDM sebagai priroitas utama,” ujarnya

Sebagai pemda, kata dia, pihaknya akan terus mendorong agar terciptanya angkatan kerja baru dengan kualitas mumpuni.

Hal ini sesuai dengan visi misi Gubernur Sultra Ali Mazi dan Lukman Abunawas yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Sementara itu, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Tenaga Kerja, Bambang Satrio Lelono menyebut, pendidikan dan pelatihan vokasi sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia pekerja.

“Sebab, masalah SDM ini cukup serius di banyak negara, termasuk Indonesia,” jelasnya.

Rendahnya kualitas SDM, lanjut dia, akan berdampak pada berbagai sisi kehidupan bangsa.

Misalnya, pengangguran, kemiskinan, daya saing dan ekonomi.

Untuk itu, dalam merancang program pelatihan, Kemenaker melibatkan semua pihak.

“Kami di Kementerian Tenaga Kerja, sebanyak 76 persen anggarannya digunakan untuk peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan,” bebernya.

Pelatihan berbasis kompetensi yang dilakukan BLK Kendari dinilainya bisa memberikan kontribusi dalam meningkatkan kompetensi para pekerja.

“Tentu, harus ada sinergi dengan pemda, akademsi, praktisi dan masyarakat. Untuk itu, kami selalu mendorong BLK agar aktif mensosialisasikan pentingnya dan manfaatnya pelatihan ini,” pungkasnya.

Usai memberikan sambutan, Bambang bersama unsur Muspida dan Kepala BLK Kendari meresmikan secara langsung asrama BLK.

Diharapkan, fasilitas ini menjadi penunjang dalam peningkatan kualitas SDM para pekerja di Sultra.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...