Konawe Tertinggi Kekerasan Anak, Kendari Terbanyak Kekerasan Perempuan

Ilustrasi pemerkosaan. shutterstock.com
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A-PPKB) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat beberapa kasus kekerasan anak dan perempuan dalam kurun waktu 2019.

-Advertisements-

Kepala Dinas P3A-PPKB Andi Tenri menyampaikan, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan sebanyak 124 kasus, 97 kasus melalui SIMPONI PPA dan 27 kasus melalui laporan masyarakat pada UPTD PPA.

-Advertisements-

Berdasarkan data kekerasan terhadap anak, paling banyak terjadi di Kabupaten Konawe yaitu sebanyak 19 Kasus.

-Advertisements-

“Empat kasus anak laki-laki dan 15 kasus anak perempuan,” katanya dalam acara Ngobrol Kinerja (Ngopi) ke-7 yang turut dihadiri Sekda Sultra La Ode Ahmad PS, Senin 24 Februari 2020.

Kota Kendari di peringkat kedua dengan 18 kasus (4 kasus pada anak anak laki laki dan 14 kasus anak perempuan).

Kemudian, kekerasan terhadap perempuan paling banyak di Kota Kendari 11 kasus, Kabupaten Konawe 7 kasus, dan Kota Baubau 6 kasus.

“Adapun Jenis kekerasan yang di alami yaitu kekerasan psikis, fisik, pelecehan seksual, eksploitasi dan penelantaran,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar ngobrol kinerja (Ngoki) ke 7 di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Rabu 26 Februari 2020.

Kegiatan Ngoki merupakan agenda rutin Pemprov Sultra yang dilaksanakan setiap Senin di setiap Organisasi Kepala Daerah (OPD), yang dihadiri kepala dinas.

Pj Sekda Sultra Laode Ahmad PS mengatakan, program Kegiatan Pemprov Sultra merupakan setengah dari program kegiatan Pemerintah pusat.

“Kita selaku pimpinan OPD jangan selalu kekeh dan egois terhadap hal hal yang kurang pantas untuk dipaksakan sebagai program dan kegiatan. Jadi, kepala OPD jangan lebih banyak mengeluh dari pada berkinerja,” ujarnya

Direktur Kesbangpol Kemendagri ini mengatakan, program Strategis Pemprov Sultra nyambung dan terdistribusi dan harus linier di wilayah kerja 17 kabupaten kota.

“Program Pemerintah Pusat lebih fokus kepada program kegiatan pariwisata karena lebih cepat menghasilkan dan memajukan untuk daerah,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...