Lestari Konut Demo DLHK dan BKSDA Sultra Dugaan Pencemaran Lingkungan Tambang

576
 

Kendari, Inilahsultra.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Study Analisis Pemerhati Lingkungan Konawe Utara (Lestari Konut) melakukan aksi demonstrasi di Dinas Lingkungan Hidup dan Balai Konservasi sumber daya alam (BKSDA) Sultra, Jumat 28 Februari 2020.

Kedatangan mereka berkait dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Daka Grup, salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Boedingi Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara.

- Advertisement -

Dalam tuntutanya massa aksi membeberkan ada enam  poin pencemaran  lingkungan beserta dengan dokumentasi yang diduga dilakukan PT Daka Grup.

Yaitu, perusahaan tersebut diduga belum memiliki izin TPS LB3 dan izin pembuangan limbah cair. Adanya dugaan penyimpanan ore nikel di pinggir pelabuhan dan jatuh ke laut sehingga menyebabkan kekeruhan air laut.

Selain itu, tidak adanya drainase keliling pelabuhan jety, tidak ada kolam pengendapan (safety Booms).

Terjadi ceceran ore nikel pada jembatan/ramdor kapal tongkang dan Jety PT Daka Group berdampingan dengan SDN 3 Lasolo Kepulauan serta berada dekat dengan pemukiman warga Desa Boedingi.

Nursalam selaku Koordinator lapangan dalam orasinya mendesak Dinas Lingkunga  Hidup Sultra turun ke lokasi PT Daka Group untuk melakukan intesvigasi secara menyeluruh mengenai indikasi pencemaran lingkungan yang ditimbulkan.

“Kami berharap agar keberadaan terminal khusus/jety perusahaan PT Daka Grup yang belum mendapat rekomendasi dan izin dinas perhubungan segera diproses sesuai peraturan lingkungan hidup yang berlaku,” ungkapnya.

Selain itu merek menduga PT Daka Group melakukan pelanggaran UU tentang ketenagakerjaan dan serikat kerja.

“Perekrutan tenaga kerja yang dilakuan oleh PT Daka Group didominasi oleh tenaga kerja luar bukan tenaga kerja pribumi sesuai peraturan yang tertuang dalam UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU No 21 Tahun 2000 Tentang serikat Pekerja,” bebernya.

Sementara itu Rifaldi meminta kepada BKSDA Sultra memberikan klarifikasi terkait areal konservasi taman wisata Alam Laut Teluk Lasolo yang diduga digunakan oleh PT Daka Group.

Kawasan Konservasi  Taman Wisata Alam Laut Teluk Lasolo yang memiliki luas kurang lebih 18.800 hektare. Menurut Undang-Undang (UU) Nomor  5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati  dan Ekosistemnya adalah Kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk parawisata dan rekreasi alam.

“Kami meminta kepada pihak penegak hukum menindak PT Daka Group terkait indikasi-indikasi yang dimaksud,” tekannya.

Jurnalis inilahsultra.com berusaha mengkonfirmasi pihak PT Daka Group namun belum ada keterangan resmi dari mereka hingga berita ini diterbitkan.

Penulis : Nur Kasri

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...