JPPR Dorong Cakada Kedepankan Ide dan Gagasan Bangun Daerah

820
 

Kendari, Inilahsultra.com – Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat Sulawesi Tenggara (JPPR Sultra) mendorong agar calon kepala daerah (cakada) di Pilkada 2020 untuk mengedepankan ide dan gagasan dalam membangun daerah.

Hal ini juga berlaku kepada para calon pemenangan cakada agar lebih tertib dan menyampaikan gagasan, program, ide serta konsep sebagai nilai jual di masyarakat dari pada memprovokasi di media sosial.

- Advertisement -

“Para cakada pula harus memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat setidaknya dengan melakukan kontrol kepada setiap pendukung untuk lebih bijak dalam melakukan sosialisasi di media sosial sebab pesta demokrasi bukan hanya merebut atau mempertahankan kekuasaan tetapi juga merebut kepercayaan masyarakat,” kata Koordinator JPPR Sultra Herlan Haerul, Minggu 1 Maret 2020.

Herlan menyebut, pemilihan kepala daerah merupakan pesta atau hajatan penting untuk menentukan pemimpin di setiap daerah, dengan harapan setiap pemimpin dapat menciptakan perubahan dan pembaharuan demi sebuah kesejahteraan bagi setiap lapisan masyarakat.

“Oleh karena itu, penting tentunya para calon kepala daerah (cakada) yang akan tampil dalam pemilu kada lebih mengedepankan gagasan, program, ide dan serta konsep sebagai nilai jual kepada masyarakat, sehingga pesta demokrasi tidak hanya terkesan perebutan atau pun mempertahankan kekuasaan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, wilayah pertarungan-pertarungan pemilu kada sat ini lebih banyak menggunakan media sosial (medsos) sebagai media sosialisasi dan kampanye dengan sasaran kelompok pemilih milenial.

Namun menurut Herlan, penggunaan media sosial dalam mensosialisasikan kandidatnya cenderung provokatif dan menyinggung bakal calon lain.

Pada tahapan persiapan pilkada di tujuh kabupaten di Sulawesi Tenggara, dari hasil pemantauan JPPR Sultra, terdapat beberapa kasus yang secara tidak langsung telah menciptakan konflik-konflik personal yang diakibatkan postingan-postingan tim pemenangan cakada yang menyudutkan cakada lain.

“Sehingga menyebabkan perdebatan dan pertentangan yang berujung pada konflik personal,” katanya.

Herlan berharap, ke depan mesti diatur tentang media sosial resmi calon kepala daerah dan dapat diawasi oleh Bawaslu.

Kepada kepolisian ia meminta turut memantau akun palsu yang dinilai sering menebar provokasi di media sosial.

“Meskipun saat ini konfliknya masih dalam kondisi terkendali namun tidak menuntup kemungkinan konflik pemilu kada menjadi konflik antar kelompok besar,” ujarnya.

Kepada masyarakat, JPPR mengimbau agar pandai-padai memfilter informasi sebab maraknya kabar hoaks membuat masyarakat terjebak dalam informasi-informasi palsu yang dapat merugikan.

“Selain itu, masyarakat harus pandai dalam menentukan dukungan dan pilihan berdasarkan visi misi cakada yang benar-benar memberikan harapan kesejahteraan dan memberikan kesejukan, ketentraman dan keamanan bagi masyarakat,” tuturnya.

Penulis : Nur Kasri

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...