Mahfud MD Dapat Kartu Merah dari Mahasiswa di Kendari

3483
 

Kendari, Inilahsultra.com – Puluhan Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, menggelar demontrasi di depan Hotel Claro Kendari, Senin 2 Maret 2020.

Mahasiswa ingin bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD untuk menyampaikan penanganan kasus meninggalnya dua mahasiswa UHO Randi dan Yusuf Kardawi, pada tanggal 26 September 2019 lalu. Dimana, penanganan kasusnya hingga saat ini belum juga tuntas.

- Advertisement -

Massa aksi membawa poster bergambar foto Randi serta poster bertulisankan “Presiden Menkopolhukam digaji oleh negara, Yusuf dan Randi mati karena negera.

Lain halnya dengan mahasiswa memegang tulisan “Selamat datang di Provinsi krisis Hak Asasi Manusia Menkopolhukam”

Bahkan, ada seorang mahasiswi memegang spanduk bertuliskan “Indonesia Negara Dimana Polisi Adalah Malaikat Pencabut Nyawa”.

Saat massa aksi mencoba menemui Menkopolhukam, namun dihalangi oleh barisan aparat kepolisian yang berjaga-jaga di depan Hotel Claro.

Pantauan media ini, sempat terjadi ketegangan antara Kepolisian dengan mahasiswa. Namun hanya beberapa menit saja. Mahasiswa menunggu rombongan Menkopolhukam di pintu parkiran Hotel Claro.

Ketika rombongan Menkopolhukam keluar, berteriak “kartu merah untuk Menkopolhukam, kartu merah untuk Menkopolhukam. Teriakan itu dilontarkan secara berulang-ulang.

Kepada Inilahsultra.com, Koordinator Lapangan (Korlap) massa aksi, Uchok mengatakan, tujuan aksi ini untuk bertemu dengan Menkopolhukam soal kasus kasus Randi dan Yusuf.

“Penanganan kasus meninggalnya dua mahasiswa belum ada titik terang, apalagi kasus meninggalnya Yusuf hingga saat ini belum ada penetapan tersangka. Artinya, kepolisian tidak serius menangani kasus ini sejak tanggal 26 Sepetember 2020 hingga hari ini,” tegasnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...