Polisi Akan Tindak Tegas Penimbun Masker di Sultra

439
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pasca-Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengumumkan adanya warga Indonesia terjangkit wabah virus corona, Senin 2 Maret 2020, penjualan masker laris di pasaran.

Menindaklanjuti itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengingatkan distributor agar tidak melakukan penimbunan alat pelindung diri atau masker. Jika ditemukan ada penimbunan, Polda Sultra tidak segan-segan akan menindak tegas.

- Advertisement -

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP La Ode Proyek mengatakan, Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam telah memerintahkan seluruh Polres jajaran agar melakukan pemantauan dan operasi pasar di toko-toko penyedia alat kesehatan. Hal itu, untuk menjaga ketersediaan masker.

“Karena ini sudah berkaitan dengan kepentingan orang banyak dan masker sudah menjadi kebutuhan pokok di masyarakat, maka ketika ada yang melihat ada yang menimbun masker segera laporkan. Kita akan tindak tegas,” ucap La Ode Proyek, Rabu 4 Maret 2020.

Untuk itu, sambung mantan Wadir Binmas Polda Sultra ini, meminta pelaku usaha agar tidak menimbun masker. Jika menaikkan harga masker akan dikenakan denda Rp 50 miliar.

“Ketika ini diindahkan, polisi bisa langsung melakukan tindakan. Mereka bisa dijerat dengan undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan pasal 107 tetang menyimpan kebutuhan pokok yang menyebabkan kelangkaan dan harga naik. Sementara di pasal 29 juga mengatur tentang itu.

“Jadi aturan yuridisnya jelas, siapa yang kedapatan langsung kita tindak. Hukumannya paling lama 5 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar,” tutupnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...