Agista Imbau Perajin di Buton Aktif Mencari Peluang Pasar

405
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Agista Ariany Ali Mazi SE melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Buton, Kamis 5 Maret 2020.

Kedatangan Ketua TP PKK Provinsi Sultra ini dalam rangka meresmikan bangunan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Tenun Wabula di Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton.

- Advertisement -

Peresmian bangunan tersebut disaksikan langsung Bupati Buton La Bakry, Sekretaris Daerah (Sekda) Buton LM Zilfar Djafar, Ketua Dekranasda Kabupaten Buton Delia Montolalu La Bakry, Pengurus Dekranasda Provinsi Sultra, Forkopimda, Anggota DPRD Buton, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bank Sultra Cabang Pasarwajo, Camat Wabula M Basri, dan masyarakat Wabula.

Agista mengatakan, Dekranasda merupakan wadah berhimpunnya pemangku kepentingan dan pencinta seni kerajinan untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya bangsa. Sehingga diperlukan pembinaan dan kemitraan baik dari pemerintah daerah maupun pihak lain yang konsen dengan seni kerajinan.

“Dekranasda Sultra periode tahun 2018-2023 telah menetapkan 3 program unggulan yakni pengembangan kerajinan berbasis budaya lokal, peningkatan kualitas produk, SDM (Sumber Daya Manusia) perajin dan pemasaran serta pengembangan desa wisata berbasis kerajinan,” beber Agista.

Ketua KONI Sultra ini menguraikan, ketiga program tersebut merupakan wujud partisipasi Dekranasda dalam mendukung terwujudnya lima pilar utama program Pemerintah Provinsi menuju Sultra Emas.

Agista memuji potensi Kabupaten Buton yang memiliki potensi kerajinan yang sangat besar, baik itu SDM perajin maupun SDA (Sumber Daya Alam) sebagai sumber ketersediaan bahan baku kerajinan yang melimpah.

“Beberapa jenis kerajinan masyarakat kita yang sudah memiliki pasar tersendiri seperti tenun yang terkonsentrasi di Desa Wabula dan di beberapa desa lainnya, serta anyaman tikar dan nentu yang membutuhkan pembinaan dan pengembangan baik desain, kualitas produksi serta pewarnaan,” katanya.

Menurut Ketua KONI Sultra ini, program pembinaan perajin akan berhasil apabila mendapat dukungan dari instansi terkait disetiap tingkatan, para pemangku kepentingan serta masyarakat.

“Pembangunan gedung sentra IKM Tenun Desa Wabula, Sentra IKM Pengolahan Hasil Laut Desa Koholimombono serta Sentra Kerajinan Anyaman Desa Tumada yang Insya Allah akan kita resmikan secara simbolis sesaat nanti, adalah merupakan wujud perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan industri kerajinan di Kabupaten Buton,” tandasnya.

Menurut dia, kemegahan gedung sentra kerajinan ini tidak akan berarti apabila para perajin tidak dapat memanfaatkannya dengan baik.

“Jadikanlah gedung sentra pengembangan IKM ini sebagai pusat Informasi pasar kerajinan, laboratorium pengembangan pewarna alam serta pengembangan teknologi kerajinan lainnya,” paparnya.

Dia berharap, para perajin aktif mencari peluang pasar dengan memanfaatkan teknologi informasi, memperhatikan perkembangan produk-produk yang sedang trend dengan tidak meninggalkan kearifan lokal daerah masing-masing.

Berbagai tantangan yang perlu diantisipasi dalam kerajinan kedepan, lanjut Agista, yakni kualitas SDM perajin, akses permodalan, teknologi dan regenerasi perajin.

“Semoga dengan adanya sentra pengembagan IKM yang berada di tiga desa di Kecamatan Wabula, maka ke empat tantangan pengembangan industri kerajinan diatas dapat diatasi secara bertahap serta dapat meningkatan kualitas serta produktivitas para perajin,” urainya.

Bupati Buton La Bakri mengatakan, industri tenun di Kecamatan Wabula bukan hanya kebanggaan bagi orang Wabula. Industri tenun itu juga menjadi kebanggaan masyarakat Buton.

“Karena tenun itu merupakan warisan leluhur masyarakat Buton yang memiliki ciri khas dan corak tenun tersendiri,” kata Politikus Golkar ini.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...