Imbas Pilwawali, Perindo dan PKB Ajukan Pergantian Ketua Fraksi DKI dari Demokrat

Ketua PKB Kota Kendari Rahman Tawulo (kiri) dan Ketua Perindo Kota Kendari Nekwan (Kanan). (Haerun)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Partai Perindo dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan mengajukan pergantian ketua Fraksi Demokrasi Kebangkitan Indonesia (DKI) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari

Fraksi DKI merupakan gabungan Partai Demokrat 2 kursi, Perindo 2 kursi dan PKB 1 kursi di DPRD Kota Kendari.

“Atas nama Fraksi besok Partai Perindo dan PKB bersikap untuk mengajukan ke DPRD pergantian Ketua Fraksi DKI. Tapi kita akan bahas dulu regulasi, apakah memungkinkan atau tidak,” kata Ketua Perindo Kota Kendari Nekwan, Senin 9 Maret 2020.

Alasan pengajuan pergantian ini, kata Nekwan, ketua Fraksi DKI dari Partai Demokrat sudah tidak komitmen dengan apa yang sudah disetujui sebelum pemilihan wakil wali kota kemarin.

Seharusnya, kata Nekwan, Partai Demokrat dapat menyatakan sikap dukungan sebelum pemilihan Wakil Wali Kota Kendari, jangan selesai pemilihan baru mengklaim kemenangan Siska Karina berkat dukungan Partai Demokrat.

“Kita semua sudah komitmen bersama, Fraksi DKI mendukung AJP di Pilwawali dibuktikan dengan pernyataan sikap, tapi dukungan itu harapan palsu kepada calon. Ini menunjukan Fraksi DKI sudah tidak dipercaya lagi oleh publik,” jelasnya.

Apakah sudah ada komunikasi dengan Partai Demokrat terhadap usulan pergantian Ketua Fraksi DKI, kata Nekwan, tidak perlu berkomunikasi dengan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pasalnya, pembentukan satu fraksi hanya butuh tiga kursi sudah cukup.

“Tidak perlu ada komunikasi. Ketika dia dari awal tidak baik sama kami. Masa kita berbuat baik juga, tapi dalam agama kita tetap bersilaturahmi,” tutupnya.

Ketua PKB Kota Kendari, Rahman Tawulo mengatakan, alasan pengajuan pergantian ketua Fraksi DKI, karena sudah tidak ada lagi kekompakan internal fraksi pada saat pemilihan wakil Wali Kota Kendari kemarin.

“Sudah tidak ada lagi kekompakan mendukung Adi Jaya Putra (AJP) pada saat Pilwawali kemarin, Ketua Fraksi DKI dan staf ahli harus diganti,” kata Rahman Tawulo di kantornya, Senin 9 Maret 2020.

Menurut Rahman, Fraksi DKI sudah tidak dipercaya, karena sebelumnya sudah komitmen mendukung AJP di Pilwawali, yang dibuktikan dengan pernyataan sikap ditandatangani langsung masing-masing ketua partai yang tergabung dalam Fraksi DKI. Tetapi, lanjutnya, tiba-tiba usai pemilihan kemenangan Siska Karina berkat dukungan dari Partai Demokrat.

“Jadi saya menilai kekalahan AJP tidak kompaknya Fraksi DKI. Sudah tidak komitmen masa kita pertahankan jadi ketua fraksi DKI dan mendingan Fraksi DKI kita bubar saja,” ujarnya.

Sementara Ketua Fraksi DKI dari Partai Demokrat Ilham Hamra saat ditemui di kantornya tidak memberikan komentar.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...