Enam Bulan Dilapor ke Polisi, Kasus Kekerasan Jurnalis di Kendari Masih Buram

362
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kasus kekerasan terhadap sembilan jurnalis di Kota Kendari yang tengah melaksanakan tugas peliputan belum ada titik terang.

Aksi kekerasan itu terjadi, saat ratusan mahasiswa menggelar aksi ujuk rasa di Mako Polda Sultra terkait penanganan kasus tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yakni Randi dan Yusuf Kardawi, Selasa 22 Oktober 2019 tahun lalu.

- Advertisement -

Padahal, Senin 28 Oktober 2019, sejumlah jurnalis di Kendari telah melaporkan kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum kepolisian di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sultra.

Kasus ini seakan-akan hilang bagaikan ditelan bumi. Ironisnya, hingga kini kasus kekerasan Jurnalis belum ada tindak lanjut.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Laode Proyek berjanji akan mengkonfirmasi terlebih dahulu di internal Polda Sultra soal kasus ini.

“Saya komunikasikan dulu di internal,” singkat mantan Wadir Binmas Polda Sultra saat menggelar Coffe Morning, Selasa 10 Maret 2020.

Untuk diketahui, waktu itu aksi demonstrasi berujung ricuh. Mahasiswa dan kepolisian terlibat bentrok.

Saat bentrok terjadi, sembilan Jurnalis melakukan tugas peliputan malah jadi korban intimidasi dan kekerasan oleh oknum anggota kepolisian.

Jurnalis mendapatkan intimidasi, persekusi dan pelarangan peliputan saat polisi mengamankan sejumlah massa aksi.

Sembilan Jurnalis menjadi korban intimidasi dan persekusi aparat kepolisian yakni, Ancha (Sultra TV), Ronald Fajar (Inikatasultra.com), Pandi (Inilahsultra.com).

Selain itu, Jumdin (Anoatimes.id), Mukhtaruddin (Inews TV), Muhammad Harianto (LKBN Antara Sultra), Fadli Aksar (Zonasultra.com), Kasman (Berita Kota Kendari) dan Wiwid Abid Abadi (Kendarinesia.id).

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...