Merokok Sembarang di Busel, Pidana Tujuh Hari dan Denda Rp 50 Ribu

463
 

Batauga, Inilahsultra.com – Kabupaten Buton Selatan (Busel) kini telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok. Perda tersebut untuk mengatur para perokok di Busel agar tidak merokok di sembarang tempat.

Bahkan, jika para perokok ini melanggar atau tetap merokok di sembarang tempat, maka akan dikenai sanksi pidana selama tujuh hari dan denda Rp 50 ribu.

- Advertisement -

Kabag Hukum Setda Busel Syamrizal menuturkan, Perda ini bukan untuk membatasi para perokok. Tetapi mengatur perokok untuk mengisap rokok ditempat-tempat yang telah diatur dalam Perda.

“Tujuannya, agar kita dapat melindungi
masyarakat atau perokok pasif agar tidak terus terpapar asap rokok serta
pencegahan terhadap perokok pemula,” tuturnya.

Kata dia, Perda Kawasan Tanpa Rokok ini merupakan bentuk keseriusan daerah dalam mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan akibat rokok.

Syamrizal menambahkan, kawasan tanpa rokok yang termuat dalam Perda ini meliputi tempat kerja, sarana pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, area bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, sarana olahraga, dan pusat perkantoran daerah.

“Sebenarnya Perda ini hanya untuk memberikan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat serta melindungi kesehatan masyarakat Busel. Bahkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Kendati demikian, proses penerapan Perda ini akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari sosialisasi atau penyuluhan terhadap tempat-tempat yang akan ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok dan juga sosialisasi sarana berupa smoking area dan tanpa petunjuk kawasan tanpa rokok.

“Nantinya di area merokok dilengkapi alat pengisap udara yang berfungsi sebagai sistem sirkulasi udara serta dilengkapi dengan asbak. Di area itu juga nantinya dilengkapi sejumlah
data dan informasi akan bahaya rokok bagi kesehatan,” ucapnya.

Dalam Perda kawasan tanpa rokok ini, kata Syamrizal, ada dua sanksi yang telah menanti para pelanggar. Diantaranya sanksi administrasi dan sanksi pidana.

Dijelaskan, sanksi administrasi ada lima item. Antara lain, teguran lisan, teguran tertulis, penyebutan nama tempat atau usaha terbuka kepada publik melalui media massa, penghentian sementara kegiatan atau tempat usaha bahkan pencabutan izin usahanya. Sedangkan, sanksi pidananya berupa ancaman kurungan badan paling lama tujuh hari dan denda Rp 50 ribu.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...