Rajab Jinik : Hikman Balagi Guru Politik, Tak Mungkin PAw Muridnya

1893
 

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari LM Rajab Jinik menilai isu penggantian antarwaktu (PAw) anggota dewan dari Golkar merupakan hanya wacana belaka.

Wacana ini bergulir pascaPemilihan Wakil Wali Kota Kendari kemarin. Diduga ada beberapa anggota dewan dari Fraksi Golkar tidak mengindahkan instruksi partai untuk memilih Adi Jaya Putra (AJP).

- Advertisement -

Rajab menegaskan, Fraksi Golkar di DPRD Kota Kendari solid mendukung AJP pada Pilwawali Kendari kemarin.

Ia juga menyebut, sekaliber Hikman Balagi tidak akan mungkin mencederai kadernya hanya berdasar informasi tidak akurat.

“Pak Hikman Balagi adalah guru politik kami. Tidak mungkin PAw muridnya. Saya yakin dengan ketokohan pak Hikman tidak mungkin mencederai wibawanya hanya persoalan isu tidak jelas,” kata Rajab, Senin 10 Maret 2020.

Ia menyebut, dinamika politik yang diperlihatkan kader di DPRD merupakan karakter politik Golkar yang dinamis namun bukan berarti mengkhianati partai.

“Partai Golkar itu selalu dinamis dan kedepankan kekeluargaan dan persaudaraan dalam menyelesaikan masalah. Jelasnya, tidak ada PAw itu,” bebernya.

Rajab menuturkan, karakter politik Golkar juga terlihat dari cara Hikman Balagi memimpin partai berlambang beringin itu.

Gaya kemempinan itu kemudian diadopsi oleh anggota dewan dari Fraksi Golkar.

“Pak Hikman itu ketua sekaligus senior, orang tua dan guru politik di Kota Kendari,” tuturnya.

Terhadap kegaduhan yang ditimbulkan kemarin di Kantor DPD Golkar Kota Kendari, Rajab mengaku meminta maaf ke publik.

“Kemarin itu dinamika kecil yang terjadi di internal. Dan itu bagian dari perjalanan politik. Permintaan maaf kami juga kepada masyarakat Kota Kendari yang sempat membuat gaduh. Kemarin itu hanya kesalahan komunikasi saja,” pungkasnya.

Ia berharap, riuh soal Pilwawali Kendari harusnya sudah berakhir dengan usainya pemilihan. Menurutnya, yang perlu dipikirkan ke depan adalah mengawal pemerintahan Sulkarnain Kadir dan Siska Karina Imran dalam mengemban amanah hingga 2022 nanti.

“Persoalan pilwawali sudah selesai dan Golkar solid mendukung AJP. Meskipun calon yang kami usung kalah, kita sudah menerima kekalahan itu. Ke depan, Golkar akan terus menjadi partai konsisten dan akan bersikap kritis terhadap yang salah dan support yang benar dilakukan pemerintahan,” pungkasnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...