Masyarakat Butur Diimbau Tenang Sikapi Isu Corona

853
 

Buranga, Inilahsultra.com – Masyarakat Kabupaten Buton Utara (Butur) diimbau tenang menyikapi isu virus Corona yang sempat menghangat beberapa hari terakhir.

Bupati Butur Abu Hasan menjamin, sampai saat ini tidak ada warga yang terserang virus Corona.

- Advertisement -

Sehingga, Ketua DPD PDIP Butur ini meminta kepada warga tetap menjalankan aktifitas seperti biasa.

“Saya minta masyarakat tenang, tidak terprovokasi, apalagi terintimidasi dengan isu Corona ini. Masyarakat bekerja seperti biasa, petani, nelayan, pegawai negeri, siswa, pelajar, tidak tersugesti apalagi lagi traumatic dengan isu Corona,” imbau Abu Hasan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 13 Maret 2020.

Abu Hasan menyadari, isu virus Corona sempat menyebar melalui informasi dari mulut ke mulut dan media sosial beberapa hari terakhir. Namun informasi itu tidak benar dan sudah dilakukan pemeriksaan.

“Jauh dari kita, jauh dari Indonesia apalagi Butur. Aman, sangat aman, bersih, dan Insha Allah kita dilindungi sama yang maha kuasa,” ujarnya.

Abu Hasan menilai, rencana Dinas Kesehatan Butur membentuk Satuan Tugas (Satgas) mengantisipasi virus Corona juga tidak perlu. Khawatirnya, pembentukan Satgas itu hanya akan memberikan dampak psikologis bagi masyarakat.

“Belum perlu (Pembentukan Satgas antisipasi Corona). Nanti kalau ada tim itu juga akan memberikan dampak psikologisnya,” tandasnya.

Menurut mantan Karo Humas Setprov Sultra ini, perkembangan informasi virus Corona cukup menunggu menunggu informasi secara nasional.

“Nasional juga kan aman. Presiden sudah menyatakan aman,” paparnya.

Sebelumnya, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Buton Utara (Butur) yang baru pulang dari Negara Korea diterpa isu terserang virus Corona. Namun isu itu dibantah Dinas Kesehatan Butur.

Kepala Dinas Kesehatan Butur dr Kasrul mengatakan, warga berjenis kelamin laki-laki berumur 49 tahun tersebut telah diperiksa oleh tim dokter RSUD Butur. Hasil pemeriksaannya, tidak ada gejala terserang virus Corona.

“Hanya karena memang isu yang berkembang seperti itu. Makanya kita lakukan pemeriksaan. Hasilnya bersih, tidak ada gejala Corona,” kata Kasrul saat menggelar konfrensi pers, Kamis 12 Marer 2020.

Menurut dia, hasil pemeriksaan telah di kirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Sultra. Sehingga klien tersebut telah dipulangkan.

“Saat pemeriksaan tidak di karantina. Karena memang tidak ada gejala terserang virus Corona. Sehingga setelah pemeriksaan dibolehkan pulang,” jelas Kasrul.

Meski begitu, lanjut Kasrul, warga tersebut tetap dalam pemantauan. Hal itu sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi warga negara yang baru pulang dari negara terdampak virus Corona.

“Statusnya itu ODP (Orang Dalam Pantauan) sesuai SOP,” terangnya.

Dokter RSUD Butur dr Muh Ali Badar menambahkan, pemeriksaan sudah dilakukan kepada klien bersangkutan. Bahkan istri dan anaknya juga ikut diperiksa.

“Tidak ada gejala ataupun suspect Corona. Kita lakukan pemeriksaan karena sudah viral informasi tersebut,” ungkapnnya.

Memang, lanjut dia, anak warga tersebut mengalami sakit panas. Namun sakit itu karena amandel yang dialami sejak minggu lalu.

Menurut dia, semua hasil pemeriksaan telah dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Sultra dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Kita periksa suami, istri, dan anaknya,” ungkapnya.

Muh Ali Badar menerangkan, meski klien tersebut bersih dan tidak terjangkit virus Corona, namun yang bersangkutan tetap masuk dalam status ODP selama 14 hari sejak tiba di Indonesia.

“Tiba di Indonesia pada tanggal 4 dari Korea, jadi sampai tanggal 18 Maret,” jelasnya.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...