Pemkab Konut Gelar Kemah Tanggap Bencana

377
 

Konut, Inilahsultra.com-Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) menggelar kemah  tanggap bencana, di Pantai Taipa Desa Taipa Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara, 13 sampai 15 Maret 2020.

Perkemahan yang mengangkat orientasi Desa Tanggung Bencana (Destana), Keluarga Tangguh Bencana (Katana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ini dibuka secara resmi oleh Bupati Konut Ruksamin.

- Advertisement -

Kemah ini diikuti oleh seluruh pejabat di Konawe Utara, camat, lurah, kepala desa, kepala sekolah, pimpinan saka sewarcap Konut, kepala puskesmas, ketua PMII, dharma wanita dan PPK Konut.

Bupati Konawe Utara Ruksamin dalam sambutannya membeberkan, kegiatan pramuka dengan tema tanggap bencana diikuti oleh 8.695 peserta dari semua unsur.

“Bukanlah hal yang mudah untuk mengkoordinir 8.695 peserta pramuka tanggap bencana namun kerjasama dari semua pihak maka Insya-Allah semua permasalahan dapat diatasi mengenai bencana baik longsor maupun banjir. Inilah bentuk keseriusan dan kepedulian kami pemerintah beserta seluruh jajaran dengan memandang bahwa sosialisasi tentang penanggulangan bencana sangat penting untuk dilaksanakan dan menggerakkan serta mempasilitasi peserta sebanyak ini cukup dengan metode kepramukaan,” ungkapnya.

Alasan diadakan kegiatan ini adalah karena Konut merupakan daerah yang sering terjadi bencana banjir dan longsor.

“Berdasarkan kejadian banjir pada 2019 yang berdampak pada 7 kecamatan dan 41 desa di Kabupaten Konawe Utara dengan jumlah warga pengungsi sebanyak 2.502 kepala keluarga dan 9.609 jiwa,rumah hanyut sebanyak 370 unit dan rumah terendam sebanyak 1.962 unit, SD 10 unit, SMP 3 unit, SMA 1 unit, taman kanak-kanak 17 unit dan beberapa pasilitas Umum lainnya,” bebernya.

Atas kejadian tersebut maka Pemkab Konut bekerjasama dengan kwartil cabang gerakan pramuka Kabupaten Konut mengadakan pelatihan bagi keluarga tangguh bencana (Katana), desa Tangguh bencana (Destana) dan satuan pendidikan aman bencana (SPAB) yang pesertanya adalah seluruh undangan.

“kegiatan pramuka ini didukung oleh badan penanggulangan bencana, kwartir nasional gerakan pramuka dan BPDP Provinsi Sultra baik dalam kegiatan penyajian materi maupun teknis pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, tujuan dari kegiatan pramuka ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta perkemahan dalam mempasilitasi diri dalam menangani bencana alam, membangun ketangguhan masyarakat dan sekolah dalam menghadapi bencana secara berencana, terpadu dan terkoordinasi dengan sumber daya yang tersedia dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam yang akan terjadi.

Sementara dalam kemah ini, lanjut dia, terdapat tujuh kegiatan. Yakni, materi tentang kebencanaan, materi tentang kebijakan kwartil nasional tentang pramuka peduli, materi tentang bela negara, materi tentang strategi penanggulangan bencana dengan sosialisasi SPAB, Katana dan destana, materi tentang kepramukaan dalam membangun karakter bangsa,dan melakukan aksi bersih pantai serta penanaman pohon.

Penulis : Nur Kasri

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...