Usai Musda Golkar, La Ode Aca Pastikan Usungan Calon Bupati dan Wakil Bupati Butur Tak Berubah

2422
 

Buranga, Inilahsultra.com– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) baru saja berganti pucuk pimpinan dari Ridwan Bae ke Herry Asiku. Hery Asiku sendiri terpilih secara aklamasi pada Musda ke-X Partai Golkar Sultra, baru-baru ini.

Meski ada perubahan nakhoda, namun DPD II Golkar Butur memastikan, kondisi itu tak merubah arah dukungan parpol berlambang beringin itu pada pemilihan bupati dan wakil bupati Butur.

- Advertisement -

Plt Ketua DPD II Golkar Butur, La Ode Aca via telepon, Jum’at 13 Maret 2020 mengatakan, setelah dilaksanakannya Musda dengan mengantarkan Herry Asiku terpilih menjadi ketua DPD I Golkar Sultra, tak serta merta merubah arah dukungan figur bakal calon bupati dan wakil bupati yang sebelumnya telah diusulkan.

“Setelah Musda DPD I Golkar Sultra, maka seluruh bakal calon bupati dan wakil bupati yang diusung oleh kepengurusan DPD sebelumnya, itu sudah berjalan dan tidak mungkin berubah. Terutama juga yang terjadi di Buton Utara,” kata La Ode Aca.

La Ode Aca mengungkapkan, DPD II Golkar Butur telah mengusulkan Aswadi Adam sebagai calon bupati Butur yang bakal bertarung pada Pilkada 23 September mendatang. Kata dia, ada informasi yang berkembang di masyarakat kalau Aswadi tidak mungkin mendapatkan rekomendasi Golkar.

“Soal Buton Utara kalau Aswadi Adam tidak dapat pintu Golkar, itu keliru. Saya sampaikan, Aswadi Adam tetap di Golkar, karena beliau itu merupakan kader Golkar. Dan itu sudah disampaikan pada rapat pleno DPD,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan keputusan Musda DPD I Golkar Sultra, kepengurusan yang baru tidak dalam posisi mengurusi atau mempermasalakan seluruh calon bupati dan wakil bupati yang telah diusung, yang telah dilakukan penjaringan dan pengusulan ke DPP.

“Usulan pasangan Aswadi Adam-Fahrul Muhamad sudah di meja ketua umum. Soal waktu saja ketua umum untuk tanda tangan. Dan itu semuanya, termaksud Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Muna, Wakatobi, minus Kolaka Timur,” jelasnya.

La Ode Aca mengharapkan, agar informasi yang beredar kalau Aswadi tak akan diusung Golkar tidak dijadikan eksploitasi atau pun dijadikan bola liar untuk melemahkan pergerakan Aswadi.

“Artinya, silakan saja bertarung. Aswadi tetap Golkar. Kembali saya tegaskan, sampai selesai Musda, dipastikan tidak ada perubahan,” tuturnya.

Partai Golkar memiliki tiga kursi di parlemen, sehingga untuk memenuhi syarat dapat mengusung pasangan calon, maka dibutuhkan lagi koalisi dengan partai lain.

“Kita sudah bangun komunikasi dengan PKPI yang satu kursi, PKB yang memiliki tiga kursi,” ujarnya.

Sebelumnya, Herry Asiku saat diwawancarai sejumlah wartawan di Kendari mengaku, akan mengikuti usulan dari DPD II Golkar, dan melanjutkan program kepengurusan DPD I Golkar Sultra, sebelumnya.

“DPD II itu representasi dari kabupaten. Jadi apa yang diusulkan di kabupaten kita dukung. Kita utamakan kader, dengan melihat survei yang ada. Kita liat potensinya untuk memenangkan pilkada,” imbuhnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...