Antisipasi Corona, Siswa di Baubau ‘Dirumahkan’ Selama 14 Hari

771
 

Baubau, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan proses belajar mengajar di sekolah. Hal ini, untuk meningkatkan pengawasan dan menekan penyebaran virus Corona.

“Jadi keputusan ini diambil berdasarkan penyampaian Wali Kota Baubau. Peserta didik di semua tingkatan lingkup Pemkot Baubau mulai hari ini tidak melakukan aktifitas di ruang kelas sekolah,” tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Roni Muhtar saat rapat bersama di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Baubau, Senin 16 Maret 2020.

- Advertisement -

“Keputusan ini berlaku selama 14 hari. Tepatnya, 16-29 Maret 2020 mendatang,” sambungnya.

Kata dia, aktifitas belajar siswa, diganti dengan memanfaatkan materi belajar melalui laman yang disiapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan prosesnya dilaksanakan di rumah siswa masing-masing.

“Saya ulangi lagi, tidak libur tapi tetap belajar. Hanya tidak belajar di ruang kelas, tapi di rumah para siswa masing-masing,” ujarnya.

Jenderal ASN Baubau ini mengajak masyarakat berdasarkan instruksi Wali Kota Baubau agar tidak panik. Pemkot Baubau sudah melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan semua pihak untuk penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona ini.

“Caranya Dinas Kesehatan melaksanakan tupoksinya, merumuskan SOP pelayanan. Lalu rumah sakit kita sudah siapkan satu ruang khusus untuk menjadi ruang isolasi sementara sebelum di rujuk ke RS Bahteramas,” katanya.

Dijelaskan, bila ditemukan warga diduga terpapar virus Corona, maka mekanismenya sudah jelas saat rapat bersama stekholder di rujab Wali Kota Baubau, kemarin, Minggu 15 Maret 2020.

“Termasuk, bandara dan pelabuhan sudah dipasangi alat pendeteksi. Juga dalam rapat kemarin kita sudah identifikasi dan deteksi soal wisatawan yang akan datang di Baubau. Kita sudah melakukan pengawasan terhadap itu semua dan mengambil sikap,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Baubau, Abdul Karim menambahkan, kegiatan belajar di rumah ini berlaku untuk semua siswa dibawah koordinasi Pemkot Baubau. Namun, guru tetap melakukan pemantauan terhadap proses tersebut.

Abdul Karim menjelaskan, keputusan peniadaan kegiatan belajar di sekolah mulai 16 hingga 29 Maret bukanlah harga mati. Waktu bisa saja ditambah atau pun dikurangi tergantung kebijakan daerah.

Terkait mekanisme belajar di rumah ini, Abdul Karim tak menampik banyak sekolah di Baubau yang tidak terjangkau jaringan internet. Olehnya, Ia mempersilahkan guru untuk melakukan inovasi dan kreasi masing-masing.

“Yang jelas proses belajar mengajar tepat berjalan. Hanya tidak dilakukan di sekolah untuk menghindari supaya tidak berkumpul dengan orang banyak dalam waktu dua pekan ini,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...