Kemenkumham Sultra : 49 Warga China di Bandara Halu Oleo adalah Pendatang Baru

2333
 

Kendari, Inilahsultra.com – Video viral kedatangan 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok China di Bandara Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu 16 Maret 2020 adalah pendatang baru di Bumi Anoa.

Selain sebagai pendatang baru, warga tirai bambu ini menggunakan visa kunjungan dan akan bekerja di perusahaan smelter di PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) yang terletak di Morosi, Kabupaten Konawe.

- Advertisement -

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sultra, Sopyan, Senin 16 Maret 2020. Di hadapan awak media, ia menjelaskan, warga Tiongkok ini baru datang dari China dan belum pernah berada di Sultra.

“Soal karantina di Indonesia itu bukan ranahnya Kemenkum HAM, yang berhak itu KKP. Mereka ini hanya mendapatkan rekomendasi dari KKP,” terang Sopyan, 16 Maret 2020 di Rujab Gubernur Sultra.

Sopyan menjelaskan, berdasarkan cap
tanda masuk Surat Imigrasi Thailand yang tertera pada paspor mereka bahwa mereka tiba di Thailand 29 Februari 2020. Berdasarkan medikal sertifikat atau surat sehat pemerintah Thailand bahwa sejak 29 Februari-15 Maret 2020 mereka dikaratina di Thailand.

“Surat tersebut sudah diverifikasi oleh perwakilan pemerintah RI di Bangkok.
Berdasarkan surat Kementerian Hukum dan HAM nomor 7 tahun 2020 pasal 3 ayat 2 diwajibkan,” katanya.

Warga Tiongkok tersebut keluar dari Thailand pada 15 Maret 2020 dengan cap tanda keluar imigrasi Thailand yang tertera pada pasport. Pada 15 Maret 2020 mereka mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh kantor kesehatan pelabuhan (KKP) Soekarno-Hatta dan menerbitkan surat rekomendasi kartu kewaspadaan pada setiap orang.

“Petugas Imigrasi Soekarno Hatta telah memberi ijin masuk pada 15 Maret 2020 sesuai tertera pada pasport mereka. Setelah warga Tiongkok memperlihatkan surat rekomendasi dari KKP diperbolehkan masuk. Jadi kalau tidak ada surat rekomendasi tidak dijinkan masuk,” sambungnya.

Kedatangan mereka di Kendari memang benar, rombongan warga Tiongkok tiba di Badara Halu Oleo Kendari pada 15 Maret 2029 sekira pukul 20.00 WITa. Dari Jakarta menuju Kendari dengan menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

“49 warga Tiongkok memiliki dokumen pegangan yang sah dan masih berlaku. Perlu diketahui bagi warga negara asing yang datang wajib menjalani pemeriksaan, melakukan karantina imigrasi dan bea cukai. Jika mereka dinyatakan layak, baru diperbolehkan masuk di Indonesia,” bebernya.

Sopyan menambahkan, kantor Imigrasi akan bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi sesuai undang-undang.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...